Bunuh Diri Marak, Kemenag Beri Penyuluhan

jenazah_mayat_indah-large
Foto : IST

TAIS, Bengkulu Ekspress – Meningkatnya kasus bunuh diri akhir-akhir ini di Kabupaten Seluma. Hingga menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Membuat Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Seluma, mengagendakan memberikan penyuluhan bagi masyarakat Kabupaten Seluma.

Melalui Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Penyuluh agama serta kepala urusan agama (KUA) di daerah ini. Tujuannya agar tidak ditemukan lagi aksi warga mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Dengan cara gantung diri dan minum racun.

“Faktor utama bunuh diri dangkalnya pemahaman akan ilmu agama, serta minimnya praktik dari ilmu agama itu sendiri. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Penyuluh agama serta kepala urusan agama (KUA) di daerah ini, serta tokoh agama di setiap desa,” ujar Kepala Kemenag Seluma Herman Yatim MAg saat diwawancarai Bengkulu Ekspress kemarin (9/1).

Untuk itu, Kemenag mengumpulkan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Penyuluh agama serta kepala urusan agama (KUA) di daerah ini. Guna meminta para tokoh unsur agama ini memberikan pemahaman tentang agama mengenai larangan bunuh diri kepada warga ditempatnya bertugas. Selain itu, Kemenag Seluma bersama KUA juga mengintensifkan lagi kegiatan pada Subuh hari. Termasuk pengajian dengan mengedepankan pemuda sebagai penggerak dari kegiatan.



Menurutnya, pelajaran agama tidak sertamerta didapat dari sekolah dan jam belajar. Diperlukan juga kegiatan keagamaan di 300 masjid di kabupaten Seluma ini. “KUA, penyuluh agama serta guru PAI juga diminta ikut memberantas bunuh diri yang marak di kabupaten Seluma,” sambungnya.

Herman menyayangkan aksi bunuh diri marak terjadi di kecamatan Talo sekitarnya dan Semidang Alas Maras (SAM). Menurutnya, penyuluh agama, guru PAI serta KUA harus lebih berperan aktif dalam memerangi prilaku yang tidak baik ini. Mengingat bunuh diri hal yang fasik terlarang dalam agama.

“Jika mengedepankan Kemenag Seluma sendiri tidak akan bisa menumpasnya. Bila dilakukan secara bersama. Mulai dari tokoh masyarakat, Penyuluh agama, petugas KUA, Guru serta pemuda dengan kegiatan keagamaan pasti berhasil,” pungkasnya. (333)