Bunga Rafflesia Mekar di RL

CURUP, Begkulu Ekspress – Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu lokasi ditemukannya bunga Rafflesia.Salah satunya seperti yang ditemukan di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang.

Bunga Rafflesia yang ditemukan mekar di Desa Air Meles Atas tersebut berada di kebun milik Rahman yang ada di dusun 6 Desa Air Meles Atas.Bunga tersebut tumbuh ditebing dengan kemiringan mencapai 90 derajat di bawahnya mengalir Sungai Air Meles.

“Pertama kali ditemukan pada Sabtu (29/2) kemarin oleh warga kami yang dari mancing di aliran Sungai Air Meles yang ada di bawah tebing ini,” sampai Rahman yang juga merupakan Kadus 06 Desa Air Meles saat menemani sejumlah awak media melihat bunga langka tersebut.

Diakui Rahman yang sudah 20 tahun berada di dusun 6 Desa Air Meles Atas tersebut, kejadian mekarnya bunga Rafflesia Arnoldii ditanah miliknya tersebut baru pertama kali terjadi, karena menurutnya selama ini belum pernah ada bunga yang menjadi icon Provinsi Bengkulu tersebut mekar dikawasan tersebut.

Menariknya lagi, di lokasi yang sama yang hanya berjarak sekitar 2 meter dari bunga Rafflesia yang sudah mekar bahkan sudah masuk tahap pembusukan tersebut, masih ada satu lagi yang masih dalam bentuk knop yang diprediksi akan mekar dalam beberapa hari ini karena kulit ari yang menutupi knop tersebut sudah terbuka.

“Untuk yang satu ini kita jaga agar dia bisa mekar seperti yang satu ini,” tambahnya.

Keberadaan Bunga Rafflesia tersebut mengundang perhatian khususnya masyarakat sekitar, karena pasca diposting di media sosial facebook pada Senin (2/3) malam kemarin masyarakat sudah banyak yang berdatangan.

Karena lokasinya berada dipinggir jurang, maka menurut Rahmat bersama sejumlah warga berencana akan membuka akses jalan yang memadai, sehingga masyarakat yang ingin melihat bunga tersebut bisa lebih mudah, terlebih lagi masih ada satu bunga yang siap mekar dalam waktu dekat ini. “Rencananya akan kita buka akses jalan agar masyarakat bisa dengan mudah melihat bunga ini,” aku Rahmat. (251)