Bunga Langka Rafflesia Patma Mekar di Bogor

BOGOR-– Raflesia Patma mekar di Kebun Raya Bogor. Bunga langka yang masih berkerabat dekat (satu genus) dengan Rafflesia Arnoldii  Pada 2010, tiga bunga yang mekar berturut-turut terjadi pada tanggal 3 dan18 Juni serta 20 Juli. Masing-masing berjenis kelamin betina, jantan dan betina.
“Keberhasilan ini menambah kebanggaan Kebun Raya Bogor sebagai Pusat Konservasi Tumbuhan dalam menjalankan misinya menyelamatkan tumbuhan langka,”  kata Botanis KRB, Sofie.

Sofie yang meneliti bunga raflesia, mengungkapkan, tumbuh dan mekarnya Rafflesia Patma di KRB menjadi penanda untuk pertama kalinya di dunia bahwa bunga tersebut berhasil ditumbuhkan di eks-situ (luar habitat aslinya). “Botanis Malaysia pernah mencoba membiakkan rafflesia dan berhasil, namun masih di lingkungan habitat aslinya atau in-situ,” katanya.

Ia menambahkan, sebetulnya 3 dari 15 jenis rafflesia pernah tumbuh dan mekar di KRB pada 1929. Ketiga jenis raflesia itu adalah Rafflesia Puspa, Rafflesia Rochusenii, dan Rafflesia Arnoldii.

Tumbuhan endemik Indonesia ini masih menjadi objek menarik bagi ilmuwan dunia karena masih banyak aspek kehidupannya yang belum terungkap.  Kepala Bidang Konservasi Eks-situ pada Pusat Konservasi Tumbuhan KRB, Joko R Witono mengatakan, di samping keberadaan habitatnya yang mulai berkurang, sebagian besar kelangkaannya disebabkan  sifat biologis sebagai parasit dan bergantung kepada pohon inang yaitu tetrastigma. Yang merupakan sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran (vitaceae).

“Walaupun banyak ditemukan di hutan-hutan tropis di Indonesia, namun tidak semuanya dapat ditumbuhi rafflesia, karena tumbuh pada inang yang sangat spesifik dan tumbuh karena adanya interaksi yang sangat spesifik pula,” bebernya.

Dilanjutkan Joko, sampai saat ini sedikitnya ada 17 spesies rafflesia di Indonesia. Salah satu yang terbesar dan terkenal adalah Rafflesia Arnoldii dari Sumatera, dengan ukuran diamaternya mencapai satu meter.

Upaya menumbuhkan rafflesia di luar habitatnya, sudah tercatat sejak tahun 1800-an di KRB. Salah satu keberhasilan yang tercatat adalah Rafflesia Patma koleksi H. Loudon yang berbunga di tahun 1852. “Tahun ini merupakan keberhasilan yang kedua, dimana ada dua bunga yang mekar hampir bersamaan,” imbuh Joko.

Ditambahkannya, tantangan ke depan bagi KRB adalah bagaimana menghasilkan bunga secara terus-menerus. Sebab, para peneliti masih harus bekerja keras untuk membuat jumlah populasinya banyak, sehingga kesempatan untuk berbunga dan berbuah menjadi lebih besar.(*/rur)