Bunda Yenita Pantau UKA Sertifikasi Guru

TALANG EMPAT, BE – Pelaksanaan Uji Kompetensi Awal (UKA) bagi sejumlah guru untuk syarat pengajuan sertifikasi guru, dinilai Anggota Komisi IV DPRD Provinsi, Yenita Imron Rosyadi– yang akrab dipanggil Bunda– berjalan bersih. “Semuanya berjalan bersih, tidak ada yang aneh,” kata Bunda saat Sidak UKA di SMPN 1 Talang Empat, tempat diadakannya UKA Benteng 2012, (25/2) kemarin. Kedatangan Bunda disambut Ketua Panitia UKA, Achrawi SPd, ikut menemani Kabid Dikmen Dikbudpora Benteng, Yaniludin, SPd. Di Benteng, UKA diikuti 263 guru, 2 TK, 171 SD, 64 SMP, 25 SMA dan 1 SMK. Ada 14 ruang yang digunakan UKA 2012 ini. “Kalau semua berjalan lancar saya yakin, tidak akan ada masalah di kemudian hari,” ujar Bunda usai menyusuri ruang UKA. Kedatangan Bunda Yenita secara khusus mengecek UKA dilakukan hingga pukul 10.15 WIB. Inspeksi dilakukan dengan mengecek kursi dan peserta. “Tidak ada yang janggal selama pelaksanaan UKA, semuanya bersih. Dan tidak ada ungkapan-ungkapan yang menyatakan pelaksanaan UKA kotor,” tegas Bunda. Terkait aduan para guru yang melaporkan dugaan bahwa pelaksanan UKA tidak transparan dan diwarnai kecurangan. pengaduan itu ditepis Bunda saat menyaksikan langsung kondisi di lapangan. “Sejauh yang saya amati kemarin pelaksanaan uji kompetensi berjalan lancar, tidak ada indikasi kecurangan, bersih,” tegas Bunda. Bunda yang datang langsung ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB langsung melihat beberapa ruangan dan menemui peserta. Sidak dilakukan sembari mengecek tiap ruangan, ditemani Ketua Panitia dan anggota panitia lain. sesekali Bunda memantau peserta dari kejauhan. Dengan cara itu, Bunda memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi. “Saya yakin dengan panitia yang ada di sini,” ucap Bunda. Sementara itu, Pengawas UKA Pusat, yang khusus datang ke Bengkulu, Kori Isniawati, menjelaskan proses UKA bejalan normal, diharapakan tidak ada kekeliruan yang terjadi. “Untuk pengumumannya tanggal 25 Maret, dan dapat dilihat pada situs www.sertifikasiguru.go.id,” pungkas Kori. Sementara itu Ketua LMPB Provinsi, Saadah Ridwan, yang ikut hadir mengungkapkan pelaksanaan UKA sebagai syarat pokok bagi guru yang ingin melanjutkan persyaratan ke tahap PLPG, yakni pelatihan akhir bagi guru yang dinyatakan siap menerima sertifikat guru atau pendidik. “Bila ada yang tidak lulus, tidak dapat ikut sertifikasi tahun ini. Terpaksa tahun depan,” jelas Saadah. Untuk menentukan kelulusan UKA ini kata Saadah, tergantung pihak pusat selaku pihak yang memeriksa lembar jawaban. “Tidak ada satupun orang Bengkulu yang jadi anggota pemeriksa soal, ataupun dapat posisi untuk buat kisi-kisi soal,” ungkap Saadah sembari menegaskan pemeriksaannya terjamin. Dengan itu, guru dapat diketahui persis kualitas keguruannya apakah bisa dinyatakan punya kualitas atau tidak. “Masih ada juga juru yang mengeluh menjawab soal,” ungkap Saadah. (cw2/cik5/prw)

  • jhonkeneddi@yahoo.com 25 Maret 2012 at 18:28

    kalau boleh tau bagaimana nasib guru-guru yang tidak lulus UKA,kapan akan di lakukan pembinaan supaya bisa mengikuti PLPG selajutnya atau masih adakah harapan untuk ikut PLPG, tolong donk nasib guru yang masa kerja nya sudah banyak atau boleh dikatakan 20 ke atas dan golongannya sudah tinggi diperhatikan