BUMN Diminta Bangun Bengkulu

RAKOR BUMN: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bertukar cinderamata dengan Menteri BUMN Rini Soemarno yang hadir dalam kegiatan Rakor BUMN 2017 di Grage Hotel Bengkulu untuk, Rabu (22/11).
RAKOR BUMN: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bertukar cinderamata dengan Menteri BUMN Rini Soemarno yang hadir dalam kegiatan Rakor BUMN 2017 di Grage Hotel Bengkulu untuk, Rabu (22/11).

Plt Gub: Potensi Melimpah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno Soewandi menegaskan hadirnya BUMN itu untuk mendongkrak ekonomi Indonesia. Peran BUMN harus diperkuat, dan meningkatkan kontribusi BUMN pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. “Sinkronisasi peran BUMN sebagai agen pembangunan itu penting untuk dilakukan,” ujar Menteri BUMN RI Rini Soemarno Soewandi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BUMN di Hotel Grage Bengkulu, kemarin (22/11).

Tidak hanya itu, kaloborasi antar BUMN juga penting untuk dilakukan. Diharapkan nantinya, langkah itu menjadi wadah sosialisasi kebijakan-kebijakan strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan BUMN secara berkelanjutan.

Rini memaparkan, Kementerian BUMN memprediksi, sepanjang 2017 total aset BUMN mencapai Rp 7.035 triliun, ekuitas BUMN 2017 sebesar Rp 2.391 triliun dan laba mencapai Rp 172 triliun.
Sementara dilihat dari pendapatan mencapai Rp 2.116 triliun, serta kontribusi market cap dari 20 BUMN di BEI mencapai 26,24 persen atau sekitar Rp 1.643 triliun pada Oktober 2017. “Jumlah setoran BUMN ke negara diproyeksi mencapai Rp 341 triliun sepanjang 2017. Terdiri dari setoran pajak, setoran deviden dan setoran non pajak-dividen,” paparnya.

RIO/BE Menteri BUMN RI Rini Soemarno Soewandi memberikan penghargaan pimpinan BUMNBUMN terbaik
RIO/BE Menteri BUMN RI Rini Soemarno Soewandi memberikan penghargaan pimpinan BUMNBUMN terbaik

Peran BUMN tidak luput untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu diperlukan pengembangan BUMN sampai ketingkat daerah manapun yang ada di Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu. Termasuk pemberdayaan masyarakat juga penting untuk dilakukan.

Rini menegaskan, BUMN itu juga wajib menyalurkan CSR BUMN kepada masyarakat. Hal itu nantinya juga akan berdampak positif untuk masyarakat. Sehingga peran BUMN dapat lebih dirasakan oleh masyarakat. “BUMN harus representatif di daerah sampai tingkat kecamatan, baik mendengarkan aspirasi, kritikan, masalah maupun potensi daerah tersebut. Sehingga perna BUMN semain diraskan masyarakat,” jelas Rini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Merysh MMA yang hadir dalam Rakor BUMN itu mengatakan, BUMN memang harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Termasuk di ke Bengkulu, sebab potensi melimpah di Bengkulu sendiri juga patut dipertimbangkan oleh BUMN.

Dilihat dari giografis, Bengkulu memiliki garis pantai sampai 520 kilometer, terpanjang di Pulau Sumatera. Termasuk di daratan, Bengkulu dikelilingi oleh hutan lindung dan hutan produksi.

Dilihat dari kondisi ekonomi Bengkulu juga telah membaik dan diatas rata-rata nasional. “Kita lihat dari potensi perkebunan di Bengkulu sangat besar, batu bara, karet, kopi, CPO juga melimpah di Bengkulu. Bahkan untuk produksi kopi saja, Bengkulu nomor 3 secara nasional. Saya kira potensi ini patut dipertimbangkan oleh para investor, khusunya BUMN,” papar Rohidin.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu lanjut Rohidin, saat ini tengah fokus untuk melakukan pengembangan Pelabuhaan Pulau Baai milik PT Pelindo II Bengkulu.

Potensi luas lahan PT Pelindo II sampai dengan 1.200 hektar itu akan mampu menumpang produktiftas kemajuan ekonomi Bengkulu. Sebab selama ini, hasil pertanian, perkebunan dan pertambangan itu keluar Bengkulu tidak melalui pelabuhaan utama.

“Pengembangan ini perlu dukungan Ibu Menteri. Jika semua hasil produksi masyarakat Bengkulu keluarnya lewat pelabuhaan, maka kita pastikan putaran ekonomi Bengkulu akan lebih cepat bergerak,” tambahnya.

Belum lagi nantinya, Bengkulu yang sudah masuk program strategis nasional dengan pembangunan tol dan rel kereta api itu akan mempu menghubungan semua daerah. Dengan demikian, hasil produk provinsi tetangga akan mampu dikirim melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. “Harapan kita, pelabuhan Pulau Baai bisa jadi pintu gerbangnya pelabuhan Sumatera,” jelas Rohidin.

Disamping itu, Rohidin juga meminta peran Menteri BUMN untuk menyelesaikan permasalahan kampung sejahtera yang berada di lahan PT Pelindo II Bengkulu. “Ini juga permintaan presiden untuk melepaskan lahan Pelindo untuk masyarakat,” tuturnya.

Tak hanya itu, untuk pengembangan Bandara Fatmawati yang telah masuk program pembangunan nasional juga diminta untuk dipercepat. Bandara di Bengkulu sendiri belum masuk menjadi Bandara Internasional, untuk itu dibutuhkan perhatian spesial oleh BUMN Angkas Pura untuk pengembangan tersebut.

“Untuk promosi Bengkulu, kita juga sedang menggarap film layar lebar tentang Ibu Fatmawati, istri Presiden pertama Indonesia. Mudah-mudahaan akhir 2018, sudah bisa ditayangkan disemua bioskop,” pungkas Rohidin.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro mengatakan Rakor BUMN di Bengkulu dilaksanakan selama dua hari. Sedikitnya 134 direktur utama seluruh BUMN serta 30 pejabat kementerian eselon I dan II hadir dalam rakor ini. “Rakor BUMN ini guna menyinkronisasi peran BUMN sebagai agen pembangunan dan meningkatkan kontribusi BUMN pada pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Imam mengatakan, dalam rakor tersebut, Menteri BUMN meminta perusahaan pelat merah untuk fokus mencapai target proyek di 2018. Untuk holding BUMN, Rini masih memprioritaskan holding tambang yang rapat umum pemegang sahamnya (RUPS) bakal digelar pekan depan. Holding jadi fokus utamanya tambang yang akan hilirisasi serta membentuk produk tambang lainnya. (151)