BUMN Boleh Impor Bawang

bawang merahJAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan tak masalah jika perusahaan BUMN ikut mengimpor bawang. Asalkan impor dilakukan melalui prosedur yang benar dan tidak malah merugikan masyarakat.

”Soal perusahaan mana yang mengimpor, BUMN atau swasta, itu tak masalah. Yang penting penuhi prosedur, perhatikan suplai dan permintaan agar seimbang,” kata Hatta.

Saat ini ketika harga bawang merah dan putih naik drastis, perlu segera pasokan impor agar harga turun. Tetapi yang juga perlu diperhatikan, impor bawang merah harus distop ketika petani lokal mulai panen. Kecuali bawang putih yang memang sulit ditanam di Indonesia.

”Kita akan tindak tegas importir nakal, yang tidak memiliki perizinan dan melakukan impor ketika petani lokal sedang panen,” tegas Hatta. Dia juga meminta instansi terkait bergerak memeriksa apakah ada kemungkinan kartel bawang sehingga harganya naik drastis.

”Tata niaga harus segera dibenahi. Kalau ada kartel, sikat,” tegas Hatta. Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengusulkan Bulog dan RNI ikut mengimpor bawang guna menambah pasokan agar harga segera terkendali.

Hiruk-pikuk kenaikkan harga bawang putih dan bawang merah memang sudah kelewatan. Saat ini harga bawang putih menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram. Bahkan di beberapa daerah, harga bawang putih mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Demikian juga dengan bawang merah yang merangkak naik, bahkan menyentuh harga Rp 60.000 per kilogram.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan mempertimbangkan usulan Menteri BUMN Dahlan Iskan agar Bulog dan RNI ikut mengimpor bawang putih. Dalam waktu dekat ini, Kementerian Perdagangan akan bertemu dan membicarakan soal itu dengan pihak BUMN. (dri)