BUMDes Munas di Padang, Pembuktian Dana Desa Beri Solusi Masalah Kesenjangan Pembangunan

BUMDes se Indonesia gelar Munas di Padang, kukuhkan eksistensi solusi atasi kesenjanhan pembangunan desa-kota sebelum ada program Dana Desa Presiden Jokowi. (foto: dok)

Padang, – Waooo BUMDes atau di Sumbar disebut BUMNag gelar Munas di Padang Sumatera Barat 26-29 Agustus 2018. Diperkirakan 500-an orang menghadiri Munas tersebut terdari dari pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kepala PMD, Pengusaha yang peduli BUNDes di seluruh Indonesia.

“Ini untuk memperkukuh eksistensi BUMDes/BUMNag hadir tidak lepas dari program Presiden Jokowi yaitu Dana Desa yang konsisten dijalankan amanat itu oleh Menteri Desa PDTT,”ujar Ketua Forum BUMDes Indonesia sekaligus Staf Khusus Menteri Desa PDTT bidang Kebijakan Strategis H Febby Dt Bangso, Senin 13/8 sebelum terbang dari Padang ke Jakarta.

“BUMDes dengan dana awal dari dana desa telah memberikan solusi kikis kesenjangan pembangunan kota dan desa yang menjadi masalah klasik tak tuntas puluhan tahun sebelum Indonesia dipimpin Jokowi-Jusuf Kalla,”ujarnya menambahkan didampingi Ketua Forum Bumdesa Sumatera Barat F Ferdi Datuk Dinagari

H Febby Datuk Bangso, menyebutkan tema agenda yang diusung akhir bulan ini yaitu Terus Bergerak Membangun Eknomi Kerakyatan Berbasis BUMDes. Pada Munas BUMDes 26 Agustus itu menurut tokoh muda Sumatera Barat ini, sangat fokus memikirkan kemajuan perekonomian di desa (nagari, di Sumbar)

Febby menyebutkan, banyak persoalan yang dibahas dan dicarikan jalan keluarnya. Di antaranya, mengidentifikasi masalah yang dihadapi BUMDes, mengedukasi dalam upaya meningkatkan pengelolaan, memberikan rekomendasi tentang langkah-langkah pengelolaan untuk menjaga pengembangan usaha BUMDes agar berkesinambungan, memberikan solusi dari isu terkait pengelolaan dan pengembangan desa, memberikan stimulasi untuk kemajuan  dan mengoptimalkan peranan BUMDes sebagai akar perekonomian desa sehingga menjadi pilar ekonomi desa.



“Sasaran akhirnya, pelaku usaha BUMDes memiliki kemampuan optimal dalam menggerakkan roda perekonomian desa melalui BUMDes, membangun hubungan bisnis dengan pelaku bisnis lainnya, pelaku usaha BUMDes harus mampu mengatasi masalahnya, dan menjadikan Forum BUMDes Indonesia menjadi rumah besar dalam meningkatkan pengelolaan dan pengembangan usaha,”ujar Febby.

Terdapat enam agenda yang diusung. Pelantikan Pengurus Besa Forum BUMDes Indonesia, melaunching sarana media BUMDes, seminar peta jalan BUMDes Sukses di Indonesia, FGD tentang AD/ART Perubahan Forum BUMDes Indonesia, kelembagaan BUMDes, temu bisnis antara pelaku bisnis dengan BUMDes, diskusi kelompok membahas topik yang sedang hangat.

Datuk Febby menyebutkan, melalui BUMDes, masyarakat desa diajak untuk mandiri secara ekonomi, sehingga desa tidak lagi tergantung pada pendanaan dari luar. Pada banyak desa, kehadiran BUMDes terbukti telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi PADes yang tidak sedikit. PADes digunakan untuk membangun sarana dan prasarana.

Febby juga membeberkan fakta, BUMDes tidak berorientasi pada profit semata, tetapi lebih berpikir dan memberikan capaian pada benefid oriented. BUMDes menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Lihat BUMNag Pakandangan Emas, di Nagari Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman. Lahan yang selama ini terbengkalai, dibiarkan masyarakat karena beralih profesi, kini sudah digarap kembali. BUMBag Pakandangan menyewa lahan tersebut untuk ditanami jagung. Pemilik lahan diberi prioritas untuk jadi penggarap, ketika panen juga mendapatkan bagi hasil, ini inti dari benefid oriented tadi,”ujarnya. (ril)