BUMD di RL Masih Sakit

CURUP, BE – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Rejang Lebong, saat ini tengah mengkaji rencana pemberian bantuan penyertaan modal pada Badan usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rejang Lebong PD Rena Skalawi, PDAM dan Bank Bengkulu Cabang Curup. “Kita belum tentukan besaran penyertaan modal yang akan diberikan, saat ini sedang kita lakukan pengkajian sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Sekkab Rejang Lebong Drs Sudirman kepada wartawan, belum lama ini.

Meski begitu, Sudirman meminta agar, tiga BUMD tersebut nantinya bisa mempergunakan penyertaan modal yang akan diberikan untuk pemasukan ke kas daeerah pada tahun 2013 nanti. Dalam rapat sebelumnya, Masing-masing BUMD mengajukan permintaan penyertaan modal tahun 2013. Untuk Rena Skalawi, mereka mengajukan dana penyertaan modal senilai Rp. 500 juta.

Sementara untuk BUMD PDAM mengajukan sebanyak Rp. 3.5 miliar dan Bank BPD mengajukan anggarannya sebanyak Rp 5 miliar pada tahun anggaran 2013 mendatang. Setelah di kaji di tim TAPD, selanjutktnya akan di sampaikan ke DPRD untk dibahas untuk dianggarkan ditahun 2013 mendatang.

Dibagian lain, keberadaan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di kabupaten Rejang Lebong, seperti PDAM dan PD Rena Skalawi, saat ini belum maksimal memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada daerah, alias dalam kondisi yang sakit. Hal itu menjadi koreksi dari pihak tim peyertaan modal kepada pihak ketiga dari pemerintah daerah Rejang Lebong.

Bahkan tidak itu saja, dua BUMD tersebut setiap bulannya dalam tahun 2012 ini, tidak adanya kejelasan terkait laporan-laporan kegiatan keunangan. “Dari sisi keuntungan ke daerah, untuk PAD, belum ada laporan dari dua BUMD tersebut. Meski demikian dua BUMD tersebut berharap ada dana peyertaan modal, yang bersumber dari APBD,”ungkap Kepala Adminitrasi Perekonomian dan Penanaman Modal Endang Usmansyah,SH.

Endang berharap, kedepan agar ada kejelasan dari setiap kegiatan setiap bulan ada pengawasan termasuk memberikan laporan keuangan dari masing-masing BUMD, itu diharapkan bisa menjadi evaluasi dan menjadi kendala, di BUMD yang bergerak di bidangnya masing-masing. “Jika ada laporan yang disampaikan pihaknya akan membantu untuk memberikan solusi bagaimana, kinerja serta peran kerja yang akan di sampaikan,” tegasnya.

Sementara Pjs Dirut PDAM Curup, Hazairin, mengaku saat ini pihak PDAM, sedang melakukan perbaikan pelayanan, meskipun ada banyak kendala yang ada di PDAM
ini, jangankan untuk memberikan PAD, saat ini PDAm sendiri masih kekurangan angaran untuk dan bermasalah dengan pembayaran hutang-hutang yang menunggak dan harus di bayar.

Untuk itu pihaknya kedepan berharap adanya penyertaan modal terkait pelayanan untuk air Bersih. “Bisa dibilang PDAM merugi, dimana beban hutang yang cukup banyak. Untuk itu PDAM sediri meminta agar adanya peyertaan modal di akan di gunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana, untuk kepentingan penguna air bersih PDAM di kabupaten RL,” ujarnya,

Sedangkan Direktur PD Rena Skalawi, Aidil Adha, mengeluhkan belum adanya kejelasan arah untuk kegiatan serta program kerja, yang mendatangkan PAD bagi Rejang Lebong. PD Rena Skalawi masih optimis, pada tahun 2013 tidak berputus asah untuk mengembangkan hasil pertanian di RL. Dia mengakui sudah banyak program kegiatan yang sudah di laksankan diantaranya ialah, pendistribusian Pupuk, tampung jagung, dan tanam serai yang sedang di canangkan pada tahun ini dan tahun 2013 mendatang. “Sejak 2003 dan2012, PD Rena Skalawi sudah banyak berbuat, namun untuk membantu dan menumbuh kembangkan, usaha yang kelas saat ini masih membutuhkan anggaran, untuk penyertaan modal, “ujar Aidil. (999)