Bulog Rejang Lebong Miliki 786 RPK

CURUP, Bengkulu Ekspress – Selama satu tahun terakhir jumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di wilayah Perum Bulog Cabang Rejang Lebong mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dimana saat ini jumlah RPK yang ada diwilayah kerja Bulog Cabang Rejang Lebong mencapai 772 unit RPK.

“Saat ini total jumlah RPK yang ada diwilayah Perum Bulog Cabang Rejang Lebong mencapai 772 unit,” sampai Kepala Cabang Bulog Rejang Lebong, Muhammad Ade Saputra saat dikonfirmasi Selasa (29/10) kemarin.

Dijelaskan Ade dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerja Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, jumlah RPK terbanyak ada di Kabupaten Rejang Lebong yaitu sebanyak 408 unit, kemudian disusul Kabupaten Kepahiang sebanyak 194 unit dan Lebong terakhir sebanyak 98 unit.”Saat ini jumlah RPK di wilayah kerja kita terus mengalami peningkatan, di akhir tahun 2018 saja baru ada 561 unit sekarang sudah menjadi 772,” sampai Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, salah satu yang mendorong peningkatan jumlah RPK diwilayah kerja Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yaitu adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dimana menurutnya RPK merupakan salah satu lokasi penyaluran BPNT itu sendiri. Terlebih lagi menurutnya saat ini peralihan dari Raskin ke BPNT bukan hanya di Kabupaten Rejang Lebong saja namun juga sudah di Kabupaten Kepahiang dan Lebong, sehingga jumlah RPK terus bertambah.

“Salah satu faktor terus bertambahnya jumlah RPK adalah karena program BPNT, mengingat RPK merupakan salah satu lokasi penyaluran BPNT,” sampai Ade.

Di sisi lain, Ade juga mengungkapkan, jumlah RPK terus bertambah di terutama di Kabupaten Rejang Lebong yang sejak awal adanya RPK terus mengalami peningkatan, karena menurutnya RPK merupakan salah satu solusi banyak masyarakat yang ingin membuka usaha di rumah. Karena menurutnya RPK tidak hanya sebagai lokasi penyaluran BPNT namun juga menjual beberapa jenis barang produksi bulog. Dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran dengan kualitas yang sama bahkan lebih dari barang yang ada di pasaran.

Beberapa jenis Sembako yang dijual melalui RPK ini antara lain Beras dengan harga untuk kualitas medium Rp 8.600 per Kg, kemudian beras premium Rp 10.500 per Kg, selanjutnya gula pasri Rp 12 ribu per Kg, minyak goreng kemasan 1 liter Rp 12 ribu per kemasan, selanjutnya daging beku Rp 80 ribu per Kg dan tepung terigu Rp 8 ribu per Kg.”Dari harga yang kita tetapkan tersebut pemilik RPK atau warga yang memiliki RPK sudah mendapat keuntungan karena modal yang mereka ambil dari Bulog tentunya dibawah harga jual tadi,” paparnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, harga Sembako di RPK jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran, bukan karena kualitasnya yang lebih rendah, namun lebih kepada adanya pemutusan jalur distribusi yang dilakukan oleh Bulog untuk menekan harga di pasaran.

Ia mencontohkan untuk beras saja, bila selama ini sebelum sampai ke masyarakat dari petani beras melewati sejumlah tahapan terlebih dahulu, mulai dari tengkulak, distributor beras setelah itu ke pedagang baru ke petani. Namun dengan RPK, beras langsung di beli Bulog dari petani kemudian dari Bulog langsung dijual lagi kepada masyarakat maupun melalui RPK, sehingga menurutnya harganya lebih murah. (251)