Buku Yasin Masjid Dibakar OTD

SELUMA BARAT, BE – Warga Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat, kemarin sontak heboh. Lantaran ratusan eksemplar buku Surat Yasin beserta perpustakaan masjid dan sejumlah barang milik Masjid Nurul Islam di desa setempat, dibakar orang tak dikenal (OTD). Jemaah masjid, tokoh masyarakat hingga perangkat desa tersulut amarah, tapi untung karena belum diketahui pelaku penistaan tersebut, hingga aksi anarkis tak terjadi. Rincian barang yang dibumihanguskan yakni, 300 eksemplar buku Yasin, 100-an eksemplar buku perpustakaan, 20 buah kaset ceramah, 1 buah kaligrafi dan 1 buah papan pengumuman keuangan masjid. Peristiwa pembakaran diperkirakan dini hari kemarin malam. Warga setempat baru mengetahui ada aksi pembakaran setelah pukul 06.30 WIB usai waktu salat Subuh. Kejadian pembakaran itu sendiri diketahui pertama kali oleh salah seorang warga bernama Azwan (38). Berdasar pengamatan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku pembakaran terlebih dahulu mengumpulkan buku Yaasin dan buku-buku perpustakaan serta barang lainnya yang semula berada pada tempat terpisah di dalam masjid. Kemudian dibawa ke luar bangunan masjid, lalu ditumpuk di dalam siring di sebelah sudut pagar masjid. Lantas barang-barang tersebut disulut dengan api. Anehnya dalam pembakaran tersebut, pelaku diperkirakan sengaja tak membakar kitab suci Alquran. Sejumlah kitab suci yang berada bersama buku yasin dan buku-buku lainnya di atas rak perpustakaan masijid, sengaja ditinggalkan. Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan sekitar Rp 4 juta. ”Kami telah meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus pembakaran ini. Harus diungkap siapa pelakunya. Karena masalah ini sangat sensitif. Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan bisa berkembang ke kasus SARA,” kata Kepala Desa Pagar Agung, Suyono di TKP kemarin. Kapolsek Seluma Iptu Ruben Kbarek ketika dikonfrimasi mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Dikatakannya, selain melakukan penyelidikan pihaknya juga sejak mendapat laporan kasus tersebut langsung melakukan pendekatan dengan warga setempat untuk mendinginkan emosi warga. Diakuinya masalah tersebut memang sensitif terkait dengan isu SARA. ”Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita sudah langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dapat segera menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Pengajian Batal
Di sisi akibat peristiwa tersebut, rencana pengajian mingguan yang akan digelar oleh salah satu Ormas Islam di Masjid tersebut yang dijadwal pukul 10.00 WIB kemarin dibatalkan oleh aparat desa. Dikatakan Kepala Desa Suyono, pihaknya telah meminta pihak penyelenggara pengajian mengurungkan kegiataannya itu demi untuk meredam emosi warga dan jemaah. ”Sebenarnya hari ini (kemarin, red) ada pengajian di sini. Tapi kita ambil kebijakan untuk batalkan, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Suyono. (444)