Buku Pelajaran Siswa Belum Dibeli

buku

KOTA MANNA, BE – Meskipun tahun ajaran baru semester pertama sudah berjalan, pengadaan buku yang dijanjikan Bupati Bengkulu Selatan (BS) dengan sumber dana dari APBD BS belum juga terealisasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga BS, Novianto SSos MSi membenarkan hingga kemarin, buku pelajaran dengan sumber dana dari APBD BS belum dibeli. Namun ia berjanji dalam waktu dekat segera dibeli.

“Selama ini terkendala Peraturan Bupati (Perbup), namun karena saat ini perbup sudah ditandatangani Bupati, kami akan segera membelikan dana tersebut untuk membeli buku pelajaran bagi masing-masing sekolah,” katanya.

Novianto mengatakan, pada APBDP 2016 lalu, dianggarkan dana sebesar Rp 6,5 M untuk bidang pendidikan. Selama ini, pihaknya belum bisa menyalurkan dana tersebut ke sekolah-sekolah, lantaran petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak Juknis) serta payung hukum yakni Perbup belum diterima pihaknya.
Namun setelah semua tuntas, pihaknya segera menyalurkan dana tersebut ke sekolah-sekolah, sehingga nanti pihak sekolah dapat langsung membelikannya buku pelajaran.

“Dana anggaran pendidikan dari APBDP 2016 sebesar Rp 6,5 M, dana in diperuntukan mendukung kegiatan belajar mengajar disekolah dengan salah satunya untuk membeli buku pelajaran,” ujarnya.

Dijelaskan mantan Kepala Dinas Kesehatan BS ini, dalam penyaluran dana tersebut nanti, besaran dana yang diterima masing-masing sekolah juga sudah ditetapkan. Untuk tingkat SD sederajat sebesar Rp 10 ribu per siswa, SMP sederajat sebesar Rp 20 ribu per siswa dan SMA dan madrasyah aliyah sebesar Rp 80 ribu per siswa dan SMK sebesar Rp 90 ribu persiswa.
Setelah dana nanti diserahkan ke sekolah, Novianto mengimbau pihak sekolah dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin dalam mendukung kegiatan belajar mengajar disekolah. Dirinyamenegaskan, agar buku pelajaran yang dibutuhkan siswa dapat segera dibeli, agar siswa punya buku panduan dalam belajar di sekolah.

“Setelah Perbup turun, dana segera kami salurkan ke sekolah, saya harap nanti pihak sekolah dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dalam mendukung kegiatan belajar mengajar terutama untuk membeli buku pelajaran,” demikian Novianto. (369)