Bukti Perencanaan Tak Matang , Tiga Proyek Besar Tak Jalan

Susman Hadi baru

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Terancam gagalnya tiga proyek besar di Bengkulu Selatan (BS) lantaran hingga saat ini belum juga dilelang, hal ini sangat disayangkan wakil ketua 1 DPRD Bengkulu Selatan, Suman Hadi SP MM. Dirinya menilai, lantaran perencanaan yang kurang matang.

“ Kalau ada proyek gagal, artinya perencanaan yang tidak matang,” katanya.

Politisi Partai Golkar Bengkulu Selatan ini mengatakan, jika sebelumnya pemda Bengkulu Selatan sudah mematangkan perencanaan dan kegiatan fisik, maka dipastikan saat ini ke-3 proyek tersebut sudah dilelang bahkan sudah dimulai pekerjaan. Namun, jika gagal maka akan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

“Jika silpa besar untuk bukan prestasi, namun bukti OPD terkait tidak mampu bekerja maksimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta OPD terkait dapat segera mencarikan solusi, sehingga kegiatan tersebut bisa dilaksanaan. Terlebih lagi dana untuk ke-3 kegiatan tersebut mencapai hingga sekitar Rp 10 Miliar dengan rincian dana untuk pembangunan alun –alun sekitar Rp 5,6 miliar, untuk balai adat sekitar Rp 1 Miliar dan dana untuk gedung perpustakaan 2 tingkat sekitar Rp 3,2 Miliar. “Kalau bisa jangan sampai gagal, namun jika tetap tidak bisa dilaksanakan, dapat dibangun tahun depan,” pinta Susman.

Penjabat Sekkab Bengkulu Selatan, Drs H Yulian Fauzi MAP merasa pesimis ke-3 proyek besar tersebut bisa terlaksana tahun ini. Pasalnya saat ini sudah memasuki bulan Juli. Sedangkan untuk waktu pelaksanaan sekitar 6 bulan. Sehingga jika dipaksanakan harus tetap dibangun, maka dikhawatirkan akan putus kontrak. “ Terkait 3 proyek yang belum dilelang sudah disampaikan OPD terkait pada kami, hal ini lantaran ada permasalahan teknis, kondisi ini akan saya sampaikan ke pak Plt Bupati,” ujarnya.

Yulian mengatakan, jika ke-3 proyak ini gagal dilaksanakan pada tahun ini, maka dana tersebut akan menjadi silpa. Oleh karena itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemda Provinsi dan pusat. Sehingga tidak ada permasalahan, jika nanti dibangun tahun 2019 mendatang. “Untuk pastinya akan kami bahas kembali, sehingga ada solusi terbaik,” tutup Yulian. (369)