Bukit Batu Lantana Rejang Lebong Disulap Jadi Tempat Wisata


Ary/BE
wisatawan sedang bersiwata di objek wisata Bukit Batu Lantana di Desa Air Meles Atas dengan pemandangan kota curup dibawahnya pada Rabu (19/5) siang. Objek wisata ini tengan hits di Kota Curup

JELI melihat potensi akan bisa membuat lahan tidur menjadi tempat yang produktif dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, hal seperti itu yang dilakukan pemilik wisata Bukit Batu Lantana yang belakangan mulai hits di Kota Curup

Ari Apriko, Selupu Rejang

TUMPUKAN batu besar tak tersusun menghiasi lahan yang memiliki luas sekitar 1,5 hektare di Dusun VI Desa Air Melas Atas Kecamatan Selupu Rejang. Tumpukan batu tersebut dulunya hanya lahan tidur nan gersang karena tidak bisa ditanami aneka tanaman khas daerah tersebut mulai seperti kopi dan aren. Yang tumbuh hanya berbagai tanaman yang memiliki banyak akar dan mampu hidup dicelah-celah batu seperti beringin dan beberapa jenis tumbuhan dengan akar lebar lainnya.
“lahan ini sudah belasan tahun dibiarkan tidur karena hanya lahan bebatuan dan tidak bisa kami tanami tanaman produktif, disini hanya semak belukar saja,” terang Reka Yulianti Ketua Pokdarwis Wisata Bukit Batu Lantana memulai ceritanya terkait pengembangan objek wisata tersebut.

Diceritakan oleh Reka, seiring dengan berkembangnya pariwisata di Kabupaten Rejang Lebong, kemudian mereka mencoba memanfaatkan lahan milik keluarga besar mereka untuk dijadikan tempat wisata, terlebih lagi menurutnya tempat tersebut sudah lama menjadi lahan tidur.
Kemudian sekitar tiga bulan yang lalu, keluarga besar mereka yang memiliki lahan tersebut bergotong royong membersihkan lahan yang dipenuhi semak dan akar-akar pohon. Setelah semuanya bersih mereka baru mengetahui bahwa daerah tersebut penuh dengan batu-batu besar.
“Selain batu-batu, kami juga banyak menemukan tanaman lantana, sehingga nama wisata ini kami beri nama Bukit Batu Lantana,” tambah Reka.

Setelah proses pembukaan lahan selesai, kemudian mereka membangun sejumlah fasilitas, mulai dari tempat parkir, toilet, musola, jembatan dari kayu dan tempat-tempat istirahat. Ternyata keberadaan tempat wisata tersebut mendapat sambutan baik dari wisatawan, hal tersebut terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang setelah dibukanya kembali objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong.
Dengan melihat sambutan yang luar biasa dari wisatawan tersebut, maka menurut Reka pihaknya akan terus mengambangkan tempat wisata tersebut seperti membangun camping ground, playing fox, spot foto yang instagramble, jembatan langit dan sejumlah fasilitas lainnya yang akan mereka bangun secara bertahap.
“kita buka mulai siang sampai malam, karena memang waktu yang terbaik untuk wisata kesini adalah sore sampai malam, karena saat sore pengunjung bisa menikmati matahari terbenam, sedangkan malam hari bisa menikmati keindahan Kota Curup dari ketinggian,” paparnya.

Sedangkan untuk konsep yang akan mereka terapkan dalam pengelolaan wisata tersebut adalah ekowisata, dimana mereka akan mempertahakan keasrian dari tempat-tempat tersebut. Selain itu mereka akan berkoordinasi dengan pihak desa terkait dengan potensi wisata desa yang bisa mereka gandeng dalam pengembangan wisata tersebut. Keberadaan tempat Bukit Batu Lantana tersebut, menurut Reka sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, karena menurutnya sudah belasan pekerja yang mereka rektrut dalam pengembangan wisata tersebut.
“Kedepannya kami berharap keberadaan wisata ini bisa berdampak luas terutama bagi peningkatan masyarakat Desa Air Meles Atas ini dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Wisata Bukit Batu Lantana ini,” harap Reka.(**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*