Bujang Tewas di Pohon Jengkol

TEWAS: Kondisi korban saat ditemukan tewas gantung diri di pohon jengkol di perkebunan Padang Serit Desa Ulak Bandung, Minggu (30/4). (Foto (IRUL/BE).

MUARA SAHUNG,BE– Setelah sempat menghilang dari kediamannya di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur, Sopaah (28), ditemukan tewas tergantung di pohon jengkol di perkebunan Padang Serit Desa Ulak Bandung, Minggu (30/4).

Korban yang masih bersatus bujang ini nekat mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. “Korban ini sempat hilang selama 9 hari, dan ditemukan warga dalam kondisi tergantung di sebuah pohon jengkol dengan seutas kulit lantung,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Muara Sahung Ipda I WayanWiratmaja Swetha STK, kemarin (1/5).

Data terhimpun BE, sebelum peristiwa gantung diri berawal, dari Sopaah yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu sempat tidak pulang ke rumah sekitar seminggu lalu.

Bahkan anggota keluarga sempat khawatir dan mencari keberadaan korban yang tak kunjung pulang. Barulah pada Minggu (30/4) sekitar pukul 08.00 WIB warga setempat menemukannya korban sudah tewas dalam kedaan posisi tergantung di pohon jengkol setinggi 6 meter dengan posisi kaki 1 meter dari tanah dengan diikat kulit traf atau kulit lantung. Kondisi tubuh korban sudah membusuk dengan kulit kepala sudah habis dan tidak bisa dikenali lagi.

“Korban ditemukan warga setempat, dan korban gantung diri ini sudah lebih dari satu minggu karena badan korban sudah busuk dan kulit sudah mengelupas,” terang Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan dari jajarannya dan dokter, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jenazah korban, sehingga korban dinyakini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Polisi sudah menerjunkan personel guna melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menentukan pasti penyebab kematian korban.

“Untuk sementara ini korban gantung diri itu diduga karena depresi, tapi untuk memastikan kematian itu kita masih melakukan penyelidikan lagi,” jelas Kapolsek.(618)