Budidaya Ayam Burgo Disambut Antusias

burgo_ayamBENGKULU, BE – Tokoh akademisi sekaligus politisi Bengkulu, Kusmito Gunawan SH MH, menyambut baik gagasan pembudidayaan ayam burgo. Menurutnya, pelestarian ayam asli Indonesia yang berkembang Provinsi Bengkulu ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kebijakan yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Pemerintah Kota bisa saja memberikan fasilitas lahannya untuk ikut berperan dalam pembudidayaan ini. Karena harus diakui bahwa memang masih banyak aset milik Pemerintah Kota yang belum termanfaatkan dengan baik,” kata Kusmito kepada BE, kemarin (27/5).

Ia juga menyambut baik gagasan Guru Besar Ilmu Peternakan Universitas Bengkulu (Unib) Prof Dr agr Ir Johan Setianto yang mengusulkan agar Taman Remaja dijadikan sebagai tempat budidaya salah satu jenis spesies yang terancam punah tersebut. Namun ia berharap agar dana pengembangan ayam burgo ini tidak hanya dibebankan kepada Pemerintah Kota.

“Jadi Taman Remaja itu tidak hanya menjadi tempat penangkarannya saja, tapi dia juga sekaligus menjadi objek wisata hewan asli Bengkulu. Dia juga akan menjadi arena bagi para pecinta hewan asli Bengkulu untuk memamerkan keunggulan hewan masing-masing pada momentum-momentum tertentu agar juga dapat menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang akan berkungjung ke Bengkulu. Makanya dananya butuh dikerjasamakan juga dengan provinsi,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu ini.

Dalam kapasistasnya sebagai legislator, lanjut Kusmito, ia akan memanggil SKPD-SKPD yang terkait dengan pengelolaan Taman Remaja dan pengembangbiakkan hewan-hewan langka. Menurutnya, bila upaya pelestarian ayam burgo ini dilakukan secara bersama-sama, maka menjadikan ayam burgo sebagai ikon baru di Provinsi Bengkulu selain Bunga Rafflesia dapat terwujud.

“Kalau untuk mengembangkan Taman Remaja sebagai objek penangkarannya, butuh campur tangan banyak pihak. Ini akan kita mulai dengan terlebih dahulu memanggil para SKPD terkait. Kita sadar ini penting, karenanya harus dilakukan secara bersama-sama,” tukasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Peternakan Unib, Prof Dr agr Ir Johan Setianto, mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk melestarikan ayam burgo. Pasalnya, ayam asli Indonesia yang berkembang Provinsi Bengkulu ini telah dinyatakan International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah Lembaga PBB untuk masalah konservasi, sebagai salah satu jenis spesies yang terancam punah.

“Ayam ini sudah diwarning oleh IUCN akan punah. Kalau kita biarkan musnah itu sama saja kita kehilangan salah satu aset dan kekayaan hewani terbesar yang kita miliki. Makanya saya usulkan harus ada taman khusus untuk pembudidayaannya. Dan di Kota Bengkulu bisa mengambil tempat di Taman Remaja,” demikian Prof Johan. (026)