Buaya Kembali Terkam Warga

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress– Masyarakat di Kabupaten Mukomuko kembali digegerkan dengan timbulnya buaya dan menyerang warga setempat. Pada tahun lalu seorang warga Desa Sinar Laut tewas diserang buaya.  Kali ini korbannya Bahardin (55) warga Desa Gading Jaya Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko.

Peristiwa itu, terjadi di Sungai Air Hitam, Desa Sinar Laut, Minggu (12/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung, korban masih dapat menyelamatkan diri dari serangan buaya tersebut dan menepi ke daratan. Camat Pondok Suguh, Abdul Hadi membenarkan peristiwa tersebut.

“Ini peristiwa yang kesekian kalinya, sebelumnya, Desember 2018 lalu satu warga Desa Sinar Laut tewas diserang buaya. Kali ini warga Desa Gading Jaya mengalami hal yang sama, dan beruntung masih dapat terselamatkan.Tetapi korban mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh,”ujarnya.

Ia menyampaikan, buaya yang menyerang Bahardin berjarak sekitar 300 meter dari kejadian Desember 2018 lalu. Kronologis kejadian, kata Camat, korban bersama istri pergi ke Sungai Air Hitam untuk menengok jaring yang telah dipasang sejak pagi.

Tiba di lokasi, korban mengangkat jaring tersebut. Namun jaring seperti menyangkut ke dalam sungai. Sehingga korban berenang ke tengah bermaksud hendak membenarkan jaring tersebut. Secara tiba-tiba korban langsung diterkam buaya.



“Informasinya, korban diserang dan digigit buaya. Beruntung korban berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan atau menyelamatkan diri dari gigitan buaya, dan korban dapat menyelamatkan diri ke daratan dengan dibantu istri korban. Istri korban meminta bantuan keluarganya dan warga setempat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Pondok Suguh,”bebernya.

Hingga hari ini (kemarin), korban masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pondok Suguh. Korban menderita luka robek bagian dada sebelah kanan, luka robek di pangkal paha, luka lecet di lengan kanan dan luka lecet kaki telah dijahit dan diobati petugas medis.

Camat juga menyampaikan, aliran Sungai Air Hitam yang berlokasi di Desa Sinar Laut itu merupakan tempat banyak ditemukan buaya.Warga desa setempat dan beberapa desa lainnya yang dekat dengan sungai tersebut, sudah sangat jarang sekali menemukan aktifitas dengan cara mencari ikan di sungai tersebut. ”Sejak kejadian Desember 2018 lalu, warga Desa Sinar Laut dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Pondok Suguh sudah tidak melakukan aktifitas di sana.Walaupun ada hanya beberapa orang saja,”katanya.

Camat juga menyampaikan, telah mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktifitas di aliran Sungai Air Hitam yang mempunyai kedalaman 1 hingga 3 meter lebih dengan kondisi air tenang dan langsung bermuara ke pantai tersebut. Karena sangat berbahaya dan banyak buaya. Pihaknya juga pernah menyampaikan kepada pihak BKSDA Bengkulu untuk melakukan upaya agar keberadaan buaya di wilayah tersebut dapat ditangani dengan baik.

”Harapan kami BKSDA ada langkah-langkah yang dilakukan. Sehingga keberadaan habitat buaya itu tidak terganggu dan tidak membahayakan warga setempat,” harap Camat Pondok Suguh.(900)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*