Buat SIM, Tak Layani Keterangan Domisili

pembuatan%20SIM

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Untuk memastikan identitas pengendara yang sesuai dengan alamat sebenarnya, Satlantas Polres Kaur sejak setahun terakhir sudah mulai memberlakukan menolak pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang hanya mengandalkan surat keterangan berdomisili saja. Artinya calon penerima SIM wajib membawa KTP asli atau surat keterangan (Suket) sudah dilakukan perekaman dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Tidak bisa menggunakan surat domisili harus KTP Kaur atau Suket dari Disdukcapil pembuatannya juga tak bisa di wakilkan,” kata Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SH SIK melalui Kasat lantas AKP Andrian SH.

Dikatakan Kasat, ia juga mengingatkan pengendara untuk membuat SIM langsung dengan petugas, tentunya setelah melalui sejumlah tahapan termasuk juga uji lisan dan praktek yang wajib di ikuti oleh calon pengendara yang akan mengantongi SIM. saat ini uji lisan dan praktek dilangsungkan secara online. Artinya tak bisa di wakilkan untuk ujian lisan lansung berhadapan dengan layar monitor disuguhkan dengan pertanyaan online begitu juga dnegan uji praktek.

“Silakan ikuti prosedur, kalau belum berhasil bisa kembali mengulangi hingga berapa kali sampai lulus ujian,” tegasnya.

Sebagai mana di ketahui saat ini pemerintah memberlakukan tarif barui dalam pembuatan SIM sebagai mana di atur dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Polri. Diantaranya dalam PP itu yakni terkait dengan SIM penerbitan dan perpanjangan dijelaskan untuk penerbitan baru SIM A, BI, BII yakni dikenakan tarif Rp 120 Ribu, sementara SIM C, CI dan CIII dikenakan tarif Rp 100 Ribu. Sementara perpanjangan SIM A, BI, BII yakni Rp 80 Ribu sedangkan untuk SIM C, CI, CII Rp 75 Ribu. Sebelum PP ini berlaku Polri menggunakan tarif sesuai dengan PP nomor 50 tahun 2010 yang saat ini sudah di cabut.(618)