Buah Naga Lokal Masuk Mall

Bertempat di Desa Srikuncoro Kecamatan Pondok Kelapa kemarin, dilakukan panen Buah Naga (Dragon Fruit). Buah Naga yang sangat terkenal dikalangan orang-orang China itu ternyata bisa dikembangkan dan berhasil ditanam di lahan tanah Bengkulu Tengah. Buahnya pun tak kalah dengan buah dari negeri asalnya. Warnanya merah ranum, rasanya enak dan manis. Tak heran kalau sekarang buah Naga Lokal ternyata bisa masuk Mall dan dikonsumsi luas oleh masyarakat.

 

Dedi Irawan
Bengkulu Tengah

Buah Naga dikenal berkhasiat bisa menyembuhkan darah tinggi, kolesterol, keputihan dan gula darah banyak diminati orang. “Enak dijus maupun dimakan langsung,” ujar Mage, panggilan akrab M Nur, petani Buah Naga Desa Srikuncoro kepada BE. Diterangkan Mage, Buah Naga yang kini dihasilkannya itu berasal dari Malaysia, yang diimpor melalui Padang, Sumatera Barat. Untuk satu bibit dihargai Rp 25 ribu. Bibit itu bisa menghasilkan 5 Kg Buah Naga. Mage sendiri memulai usaha Buah Naga sejak tahun 2010 lalu. Ia memilih menanam Buah Naga itu di Desa Sri Kuncoro. Saat ini kebun Buah Naganya sudah menghasilkan ribuan kg Buah Naga. Buah Naga dalam satu bulan bisa 2 kali panen. Totalnya hasilnya sekitar 250 kg dalam sebulan. Penanaman Buah Naga itu butuh waktu paling cepat 8 bulan hingga bisa dipanen. “Buah Naga Perkilonya dijual Rp 28.500. Penjualannya langsung dioper ke Mall,” terang Mage. ¬†Mage memilki lahan seluas 0,25 hektar berisi 8 ribu bibit. “Yang sudah panen 1000 bibit,” kata Mage. ¬†Untuk mengerjakan usahanya itu Mage mempekerjakan 5 orang karyawan. Mererka bertugas merawat, sekaligus memanen Buah Naga tersebut. Mage yang berasal dari Minang mengaku puas berusaha buah naga. Lantaran waktu penanaman dan lahan yang dipakai sedikit. “Berbeda dengan sawit yang butuh waktu 4 tahun,” jelas Mage. Dengan usahanya ini Mage mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap kali panen. “Syukur dengan usaha Buah Naga ini, saya bisa mempekerjakan tetangga,” tukas Mage. (**)