BTF Didukung Praktisi Even Nasional

Interaksi Antar Buyer dan Seller BTF
Interaksi Antar Buyer dan Seller BTF

bengkuluekspress.com – Table Top merupakan salah satu kegiatan pada rangkaian Bencoolen Travel Fair (BTF) yang diselenggarakan dari tanggal 26 – sampai 28 Mei 2015 di Hotel Santika Kota Bengkulu. Para pelaku bisnis wisata dipertemukan dalam satu ruangan untuk saling interaksi.  Pelaku bisnis wisata lokal (Seller) menawarkan produk mereka kepada para agen dan pelaku bisnis luar kota Bengkulu (Buyer). Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini juga didukung oleh beberapa praktisi even nasional.
Even BTF di Bengkulu yang pertama kali ini diapresiasi oleh salah satu penggiat even wisata senior, Tedjo Iskandar. Menurutnya, Bengkulu yang berinisiatif untuk menyelenggarakan even seperti Table Top menjadi terobosan untuk mempromosikan wisata secara nasional dan internasional. Pasalnya di darah lain, even seperti ini sudah sering digelar.
“Terus terang Ini bagus sekali dan sudah mewabah di beberapa daerah di Indonesia. Hampir semua daerah sudah membuat Table Top seperti ini. Kebetulan saya juga suka melakukan hal seperti ini, bahkan bisa 2 sampai 3 kali dalam setahun. Bengkulu bisa dikatakan telat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk permulaan, Table Top yang diselanggarakan kali ini sudah cukup bagus walaupun masih ada kekurangan. Kekurangan pada kegiatan BTF dianggap wajar oleh Tedjo yang juga sebagai penulis ini.

“Untuk mulai ini bagus. Memang kendala pun banyak karena penerbangan Internasional di Bengkulu pun belum ada. Fasilitas hotel pun belum seperti di Kota lain,” ujarnya.

Kedatangan Tedjo kali ini juga sebagi suppport moralnya terhadap Bengkulu.

Penggiat even lainnya, Panca R Sarunggu mengatakan, Bengkulu memang perlu punya acara seperti ini. Karena provinsi lain pun sudah sering melakukan kegiatan yang berdampak pada sektor pariwisata. Walaupun di Bengkulu baru mulai tapi menurut panca, tidak ada kata terlambat untuk melakukannya.

“Lebih baik telat dari pada tidak,” katanya.

Selanjutnya, setelah kegiatan pertama ini panitia bisa mencari tahu kekurangan dari setiap kegiatan dari masukan para buyer sebagi input. Nah ini adalah kesempatan baik bagi panitia untuk mencari input karena banyak buyer dari luar kota seperti Jakarta dan daerah lain.
Selain itu Bengkulu juga harus menonjolkan sesuatu yang menarik dan beda dari daerah lain. Seperti Bunga Raflesia dan sejarah inggris di Bengkulu bisa menjadi.

“Bengkulu harus mencari produk yang bisa ditonjolkan, apakah heritage atau apa,” katanya.
Masih menurut Panca, untuk menjual wisata Bengkulu secara tersendiri terbilang susah. Sebaiknya Bengkulu bisa menggandeng daerah lain sebagai pemicu untuk berkunjung ke Bengkulu. Misalnya pembuat even bisa menggandeng daerah tetangga yang sudah terkenal sebagai tujuan wisata Bengkulu.

Sementara itu, Ketua ASITA Bengkulu, Kurnia Lesandri menanggap positif masukan dari para penggiat even nasional ini. Ia menjadikan masukan dari para penggiat even berpengalaman ini sebagai masukkan ke depan.
“Ini realita dari outsider (orang luar.red) yang masuk kesini. Kita sadar permasalahan koordinasi. seharusnya acara seperti domain-nya ya skala provinsi,” tanggap Andri sapaan akrab Ketua Asita Bengkululu ini. (cw1)