BPS Kenalkan Aplikasi Sibakat, Sinkronkan Data Warga Miskin

Bengkulu
EKO/Bengkulu Ekspress SEPAKATI: Wagub Bengkulu, Rohidin Mersyah melakukan penandatangan kesepakatan bersama penggunaan aplikasi Sibakat bersama kepala OPD dan Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dyah Anugrah.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mengenalkan aplikasi baru untuk mensinkronkan data kemisikinan yang ada di Bengkulu. Aplikasi itu dalam bentu website bernama sistem informasi basis data kemiskinan terpadu (Sibakat), dengan alamat https://bpsbengkulucommunity.net/sibakat.

“Jadi aplikasi ini, kita bisa mengakses berapa tingkat kemiskinan di Bengkulu secara statistik. Baik secara mikro maupun makro,” terang Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani dalam sambutan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, di ruang Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (15/6).

Dikatakannya, aplikasi ini masih dalam tahap uji coba. Nantinya aplikasi ini akan dilaunching secara resmi pada Bulan November mendatang. Namun secara pengerjaannya sudah di atas 90 persen.

Agar aplikasi ini nantinya dapat digunakan secara terpadu, maka dilakukan MOU bersama dinas terkait, diantaranya BPS Provinsi Bengkulu dengan Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan Dan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dispendikbud). “Jadi setalah MoU ini, dinas terkait dapat mengakses dan mempergunakan aplikasi Sibakat,” tuturnya.

Selain manyajikan data kemiskinan secara statistik, aplikasi ini juga akan dilengkapi dengan forum diskusi. Dimana, OPD yang telah melakukan MoU bisa langsung melakukan diskusi secara bersama-sama. Jika nanti ada masyarakat yang mempertanyakan terkait data kemiskinan.

“OPD terkait bisa jadi mengelola. Kalaupun ada yang bertanya, juga bisa langsung dijawab oleh OPD,” tambah Dyah.

Diungkapkannya, sistem satu data ini sangat penting dilakukan. Sebab ketidakakuratan data, juga akan membuat permasalahan kemiskinan dan ketertinggalan tidak akan perah selesai.

“Data yang akurat bisa menjadi instrumen dalam menyelesaikan angka kemiskinan dan ketertinggalan di Bengkulu,” ungkapnya.

Semenatara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMa mengatakan, BPS menjadi satu-satunya instansi yang dimankan oleh undang-undang untuk mengeluarkan angka makro presentasi kemiskinan. Dengan langkah ini tentunya nanti mampu menurunkan angka kemiskinan di Bengkulu.

“Angka kemisikinan di Bengkulu masih berada di 17,12 persen. Tapi realitanya, dari sisi presentasinya turun, tapi dari jumlah kemiskinannya masih naik. Untuk itu dibutuhkan sinkronisasi, satu data sistem,” ujar Rohidin.

OPD yang telah melakukan MoU jug harus benar-benar paham atas aplikasi ini. Tentunya dalam mengakuratkan data. Sehingga ketika ada bantuan untuk masyarakat, maka data tersebut bisa digunakan.(151)