BPS: Kenaikan BBM Bikin Perekonomian RI Lebih Sehat

JAKARTA– Pemerintah memiliki kesempatan untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tahun 2013. Kebijakan ini terlihat lebih mudah dilakukan karena tanpa harus meminta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jika kenaikan itu terjadi pastinya ada pengaruh. Dengan kenaikan Rp500,- maka inflasi diprediksi bertambah 0,3 – 0,7 persen.

“Saya kira tergantung naiknya, kalau misalnya naik 10% atau sekitar Rp 500, maka tambahan inflasinya 0,3% sampai 0,7%, kalau lebih tinggi, dampaknya juga tinggi,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo di Gedung BPS, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta.

Namun menurut Sasmito meski ada kenaikan harga BBM, sebetulnya perekonomian Indonesia justru menjadi lebih sehat. Dia menyayangkan untuk tahun 2012 anggaran belanja terlalu banyak dikeluarkan untuk subsidi, khususnya BBM.”Secara ekonomi (dengan kenaikan harga BBM) akan lebih sehat, kalau sekarang tidak sehat,” ungkapnya.

Sasmito menambahkan dalam persoalan BBM ada unsur politik yang tidak bisa dilewatkan. Apalagi mengingat tahun 2014 sudah semakin dekat, di mana ada pertarungan politik untuk memperebutkan kursi Presiden. “Ini kan bagian dari proses politik menjelang 2014, pasti riskan untuk melakukan kebijakan yang dampak politisnya besar,” tandasnya.(line)