BPRS Fadilah Miliki Prospek Bagus

IST/Bengkulu Ekspress Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan saat melakukan presentasi uji kelayakan pendirian BPRS Fadhilah bersama pemegang saham di Kantor OJK, kemarin (13/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ternyata prospek industri perbankan pembiayaan syariah di Bengkulu tidak selalu buruk. Pasalnya setelah hampir satu bulan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Safir dinyatakan bangkrut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kota Bengkulu malah mendirikan BPRS Fadhilah. Hal ini menunjukkan bahwa potensi perbankan pembiayaan syariah di Bengkulu masih sangat bagus dan menjanjikan. Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE mengatakan, BPRS Fadhilah dapat menjadi solusi pembiayaan, sehingga akan semakin banyak lembaga pembiayaan yang ada di Kota Bengkulu.

“Alhamdulillah, progres berdirinya BPRS Fadhilah terus dibantu oleh OJK. Hari ini ada beberapa hal yang ditanyakan kepada saya secara langsung oleh pihak OJK sebagai salah satu proses yang harus dilalui untuk berdirinya sebuah bank,” kata Helmi Hasan saat melakukan presentasi uji kelayakan pendirian BPRS Fadhilah bersama pemegang saham di Kantor OJK, kemarin (13/3).

Pihaknya berharap, BPRD Fadhilah dapat tumbuh dan berkembang secara eksis dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di Bengkulu. Sehingga permasalahan baik terkait pinjaman modal dan lainnya bisa diselesaikan dengan baik.”Semoga BPRD Fadhilah ini akan memberikan manfaat yang besar, khususnya bagi Kota Bengkulu, dan Provinsi Bengkulu,” tuturnya. Tidak hanya itu, demi memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, Pemerintah Kota Bengkulu telah mengalokasikan dana APBD 2019 sebesar Rp 7 miliar untuk modal awal BPRS ini. Sehingga nantinya dana tersebut dapat tumbuh dan berkembang.



“Semua itu diberikan agar BPRS ini bisa semakin baik dan bermanfaat kepada masyarakat,” tutupnya. Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan, pihaknya telah melakukan tahap serangkaian kajian izin kepada Pemkot Bengkulu.

Karena hal ini adalah proses sebelum OJK memberikan izin beroperasionalnya BPRS Fadhilah. “Perizinan berdirinya sebuah bank itu ada dua, yakni izin prinsip dan izin usaha. Untuk hari ini kita mengklarifikasi dalam tahapan proses izin prinsip dengan meminta komitmen kalau bank ini nantinya butuh modal. Pemegang saham dan Pemkot Bengkulu menyampaikan bagaimana visi dan misi dalam pendirian bank ini,” terang Yusri. Ia berharap proses perizinan BPRS ini bisa dilakukan cepat dan bisa segera beroperasi. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya segera. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua syaratnya sudah selesai. Sehingga sesegera mungkin BPRS Fadhilah dapat beroperasional,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*