BPOM Diminta Awasi Makanan

=foto Nopian Andusti

Terutama Selama Ramadan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu diminta rutin melakukan pengawasan terhadap produk makanan. Mengingat konsumsi makanan dan minuman kemasan selama bulan suci Ramadan hingga lebaran meningkat signifikan.

Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti ST MT mengungkapkan, pengawasan dilakukan untuk mengawasi ada tidaknya penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan, khususnya takjil yang cukup banyak di pasar-pasar Ramadan.

“Jajanan takjil yang dipasarkan harus terjamin bebas dari bahan berbahaya. Takjil dikonsumsi masyarakat, terutama umat muslim saat berbuka puasa,” kata Nopian, kemarin (15/5).

Pengawasan terhadap produk takjil, lanjutnya, harus terus dilakukan sebagai antisipasi dalam menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.”Pengawasan harus terus dilakukan BPOM. Harapannya agar produk jajanan takjil yang dijual di pasar-pasar Ramadan tidak mengandung bahan pengawet ataupun bahan pewarna yang bisa merusak kesehatan,” tuturnya.



Selain melakukan pengawasan terhadap jajanan takjil, ia juga meminta BPOM dan instansi terkait menindak tegas pedagang yang menjual produk makanan dan minuman kedaluwarsa sebagai efek jera.”Kalau pedagang yang sengaja menjual produk kedaluwarsa hanya diberi peringatan dan disita dagangannya untuk dimusnahkan, mereka tidak pernah jera. Jadi harus ada pola atau sanksi tegas agar jera,” ujar Nopian.

Ia mengatakan, adanya regulasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dapat dijadikan dasar untuk menindak tegas pedagang yang menjual produk kedaluarsa itu.”Karenanya, kami imbau masyarakat untuk selalu memperhatikan produk makanan dan minuman yang dibelinya dengan melihat tanggal kedaluarsa.

Termasuk izin edarnya dari instansi terkait, agar terhindar dari produk yang dapat membahayakan kesehatan,” tutupnya.Sementara itu, Kepala BPOM Bengkulu, Drs Sfafrudin APt MSi mengaku telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar selama Ramadan. Dari beberapa titik yang diambil sampel, makanan yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya.

Hanya saja, ia meminta seluruh pihak untuk menggunakan pembungkus yang lebih higienis dan tidak menggunakan kemasan plastik. Apalagi, program pemerintah kota adalah menggalakkan pengurangan penggunaan plastik.

“Kita ini lagi galakan kurangi penggunaan plastik, jadi kalau bisa makanan itu dikemas dengan daun atau pembungkus yang higienis,” tutupnya.(999)