BPOM Awasi Penjualan Parsel

Foto : IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, mengawasi penjualan parsel menjelang penyelenggaraan Angkutan Natal 2019. Ini dilakukan untuk mencegah adanya parsel yang berisi makanan tidak layak konsumsi dan kedaluwarsa.

Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Drs Syafrudin T Apt MSi mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan makanan tidak layak konsumsi atau makanan tidak terdaftar dalam sebuah parsel selama beberapa tahun terakhir. Namun, pihaknya tetap akan mengawasi penjualan parsel di Bengkulu, terutama jelang Natal dan pergantian tahun saat permintaan masyarakat tinggi.

“Parsel kita awasi, tapi beberapa tahun belakangan ini tak ada temuan yang berarti. Baik itu Hari Raya Lebaran, maupun menjelang Natal dan tahun baru,” ujar Syafrudin, kemarin (8/12).

Tak ditemukannya makanan tidak layak konsumsi atau makanan tidak terdaftar dalam sebuah parsel di Bengkulu, dikatakan Syafrudin, karena kesadaran pedagang parsel sudah mulai bagus. Hal tersebut menurutnya patut untuk diapresiasi. “Mungkin di Bengkulu ini kesadaran penjualnya sudah mulai bagus. Itu patut diapresiasi,” kata Syafrudin.

Meski begitu, jelang pergantian tahun, BPOM Bengkulu akan lakukan sidak makanan. Sidak ini direncanakan dilaksanakan dalam minggu ini. Tujuan dari diadakan sidak ini, untuk menindak tegas makanan tak layak konsumsi ataupun makanan yang tak terdaftar di BPOM yang masih dijual kepada masyarakat. “Tak hanya sidak ke toko ataupun pengecer, BPOM juga akan melakukan sidak ke distributor,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni SKM mengungkapkan, pihaknya bersama BPOM rutin melakukan sidak makanan. Bahkan mereka selama setahun selalu menggelar sebanyak dua kali, yaitu pada saat menjelang lebaran, dan tahun baru. “Sidak kita untuk melihat barang-barang yang mendekati bahkan sudah sampai batas kedaluwarsa. Biasanya, barang-barang terutama makanan dan minuman seperti ini banyak digunakan untuk parsel,” ujar Herwan.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sidak bersama BPOM untuk kembali melakukan razia. Dirinya mengatakan, pada sidak ini nantinya mereka akan kembali mendatangi beberapa toko untuk melihat apakah imbauan mereka diindahkan atau tidak.

Selain itu, Ia juga mengimbau, agar para pemilik toko untuk memperhatikan setiap persediaan barang yang ada di gudangnya. Untuk menghindari adanya produk kadaluarsa yang terjual, dirinya memberi saran agar pemilik toko menerapkan sistem First In First Out (FIFO). “Jadi mana yang pertama masuk, harus itu yang dikeluarkan. Mungkin memang mereka masih memakai sistem yang manual, dan pembeli selalu mengambil barang yang ada di posisi depan. Tapi maunya mereka (pemilik) juga setiap hari harus mendahulukan barang yang masuk untuk yang pertama keluar,” tutupnya. (999)