BPNT Tanpa Potongan

Ary, sosialisasi program BPNT (1)
ARY/Bengkulu Ekspress
Kegiatan sosialisasi BPNT tingkat Kabupaten Rejang Lebong di ruang Pola Pemkab Rejang Lebong, Jumat (24/8) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Kadinsos Provinsi Bengkulu memastikan tidak boleh ada potongan dalam program BPNT.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO SH MSi menegaskan, tidak ada potongan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi BPNT di ruang Pola Pemkab Rejang Lebong, Jumat (24/8) kemarin.

“Saya tegaskan disini, untuk program BPNT, tidak ada potongan sama sekali,” tegas Iskandar.

Menurut Iskandar, program BPNT sendiri merupakan program dari pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air dan di Provinsi Bengkulu sendiri, baru ada dua daerah yang mendapatkan program peralihan dari Rastra yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Karena dalam program BPNT ini tidak boleh ada potongan sama sekali, sehingga Iskandar mengingatkan baik petugas pendamping keluarga harapan maupun tempat penyaluran BPNT tersebut tidak boleh melakukan pemotongan sama sekali baik untuk administrasi maupun lainnya. Bila memang ada yang masih nekat melakukan pemotongan, ia meminta agar masyarakat penerima BPNT ini melaporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong untuk ditindaklanjuti.

“Bila ada petugas kita yang bermain, maka akan kita tindak tegas, bahkan untuk di Rejang Lebong sudah ada petugas pendamping PKH yang dipecat karena menyalahi prosedur,” sampainya.

Selain tidak boleh melakukan pemotongan, dalam pencairan BPNT ini sendiri, Iskandar juga mengingatkan agar pendamping PKH tidak melakukan pencairan secara kolektif, melainkan harus dilakukan langsung satu persatu oleh masyarakat yang mendapatkan program BPNT.

Pendamping PKH baru boleh membantu melakukan proses pencairan atau pengambilan BPNT bila penerima BPNT tersebut benar-benar tidak bisa mengambilnya seperti karena lansia, karena kesehatan dan faktor lainnya. “Pendamping PKH baru bisa menjadi perwakilan pengambilan BPNT bila yang bersangkutan sakit atau sudah Lansia sehingga tidak bisa mengambil BPNT,” demikian Iskandar. (251)