BPN Dorong Iklim Investasi Daerah

duit
foto : ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan iklim investasi didaerah. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk melaksanakan perizinan investasi terpadu.

“Penyususnan RDTR ini diutamakan bagi daerah-daerah yang menjadi tujuan investasi agar mempercepat realisasi modal. RDTR ini mempersingkat waktu izin pemanfaatan lahan hanya dengan melalui daring atau Online Single Submission (OSS),” kata Kabid Penataan Pertanahan BPN Provinsi Bengkulu, Amir Sofwan, kemarin (10/10).

Perizinan investasi terpadu atau “Online Single Submisson” OSS merupakan implementasi Peraturan Presiden No.91/2017, tentang Percepatan Pelayanan Perizinan. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi jawaban terkait keluhan investor yang sering terkendala secara teknis saat mengurus perizinan.
“Jadi dengan aplikasi ini, investor semakin mudah mengurus izin,” terang Amir.

Sejauh ini dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu belum ada satu pun yang memiliki RDTR. Untuk itu percepatan RDTR ini akan dilaksanakan dalam setiap kabupaten/kota yang akan dimulai pada Januari-Juni 2019 mendatang.



“Ada dua daerah yang saat ini sedang melakukan penyusunan, yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong. Kedua daerah ini menjadi basis pembangunan iklim investasi. Pertengahan tahun depan, seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu ditargetkan memiliki RDTR,” ujar Amir.

Kendati saat ini banyak daerah yang belum memiliki RDTR, namun izin terkait ruang bisa diberikan dengan basis Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) melalui pertimbangan teknis dari BPN.
“Jadi jika dengan basis RTRW, nantinya ada pertimbangan teknis dari BPN. Nanti bisa langsung selesai izin lahan dan bisa bangun pabrik langsung,” tutup Amir.

Kepala DPMPTSP Provinsi Bengkulu, Ir Hendri Poerwantrisno mengaku, dengan terus dimaksimalkannya RDTR di Bengkulu maka bisa dipastikan realisasi investasi akan semakin berkembang dengan baik. Bahkan hingga semester I 2018, tercatat realisasi investasi di Bengkulu mencapai Rp2,3 triliun yang terdiri dari PMA sebesar Rp1,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp962,3 miliar.
“Angka realisasi investasi di Bengkulu semakin baik,” kata Hendry.

Membaiknya iklim berinvestasi di Bengkulu tersebut diharapkan dapat memberi optimisme untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2018. Karena Pemerintah telah menargetkan total realisasi investasi tahun ini mencapai Rp3,7 triliun. “Kami akan terus mengejar sisa target itu hingga Desember nanti,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*