BPM Kotaku Bangun Drainase dan Jembatan di Sawah Lebar

IST/BE
Program BPM Kotaku membagun jembatan dan drainase di Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu untuk mengentaskan kawasan kumuh.

BENGKULU, BE – Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu menjadi sasaran penerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2021. Bantuan ini berupa pembangunan infrastruktur drainase dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp 1 Miliar.

” Melalui program tersebut, maka mobilitas masyarakat permukiman menjadi mudah, akses, dan aliran drainase menjadi lancar demi terwujudnya lingkungan bersih dan sehat,” ungkap Lurah Sawah Lebar Kota Bengkulu, Purnawarman.

Dibeberkannya, Kelurahan Sawah Lebar terdiri dari 31 Rukun Tetangga (RT), tiga RT masuk kategori kawasan kumuh melalui SK wali kota. Melalui Program Kotaku, wilayah kerjanya dinilai sangat membantu dalam pengentasan kawasan kumuh dan kelurahan Sawah Lebar bebas banjir dan kumuh.

“Kondisi di tiga RT tersebut merupakan kawasan persawahan yang sudah beralih fungsi sebagai kawasan perumahan masyarakat. Padatnya penduduk, dan tidak adanya serapan air membuat saat musim hujan tiba, kawasan ini menjadi langganan banjir,” imbuh Lurah.

Namun, setelah melalui proses pendataan baseline 100-0-100 yang dilakukan oleh relawan dan Tim Perencanaan program kotaku, tiga kawasan kumuh yang berada di RT 23, RT 25 dan RT 26 mendapat kucuran dana BPM Program Kotaku bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

Purnawarman berharap agar program Kotaku tetap berlanjut di Bota Bengkulu, terutama untuk pengembangan kawasan Kelurahan Sawah Lebar, karena masih banyak infrastruktur yang perlu pembenahan.

Sementara itu, Koordinator Badan Keswadaya Masyarakat (BKM) Anggrek, Irnawati menuturkan, tingkat kekumuhan di Kelurahan Sawah Lebar masuk dalam kategori ringan, karena berada di dataran rendah dan rawan banjir, yang tidak didukung infrastruktur seperti ketidaktersediaan drainase.

“Dari keluhan-keluhan masyarakat ini kemudian ditampung BKM, dirapatkan ditingkat masyarakat, dan disepakati menjadi prioritas untuk segera ditangani,” katanya.

Melalui pembangunan jembatan dan drainase tersebut, akan meningkatkan akses terhadap infrastruktur di pemukiman kumuh perkotaan, dan terbebas dari permukiman kumuh, sehingga layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Ia juga berharap melalui pembangunan tersebut, masyarakat diminta berperan aktif melakukan perawatan, diperlukan kesadaran secara kolektif. Tidak hanya itu, peran pemerintah terus diharapkan terlebih pembangunan irigasi sungai yang saat ini masih menjadi kendala besar di kawasan ini.

“Kami berharap peran pemerintah terkait untuk melakukan perbaikan siring primer, karena walau kami lakukan perbaikan pembuangan limbah, jika tidak didukung dengan perbaikan siring primer, maka kekumuhan akan tetap terlihat,” ungkapnya penuh harap.

Di sisi lain, Tim Pendamping Fasilitator Sosial Kotaku, Neti Sunarti mengatakan peran pendampingan yang dilakukan untuk membantu BKM menjembatani masyarakat dalam menagani kawasan kumuh. Untuk bersama-sama berkontribusi dan menyusun perencanaan untuk melakukan peningkatan kualitas permukiman, hingga program pembangunan ini berjalan.

“Melalui urun rembuk sehingga pembangunan infrastruktur dengan membangun jembataran beton, dengan kontruksi cor beton, saluran drainase untuk pembuangan air dapat terwujud. Dengan harapan melalui simulasi numerik, kawasan ini bebas kumuh,” tandas Neti.  (247/krn)