BPK Diminta Audit Gedung Fraksi

gedung fraksi
Foto :
Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan, SE memperlihatkan foto dan berita pembangunan Gedung Fraksi yang terkesan mubazir yang diterbitkan Bengkulu Ekspress, Senin (27/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan SE meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu segera mengaudit proyek pembangunan gedung fraksi DPRD yang dianggap mangkrak. Hal ini untuk mengetahui kejelasan alokasi anggaran dengan realisasi pembangunan yang tidak selesai.

“Kalau memang pihak Dinas PUPR tidak serius melanjutkan pembangunan gedung fraksi ini, kita minta aparat terkait untuk melakukan audit. Apakah benar dengan anggaran Rp 1,7 miliar itu hanya dapat bangunan pondasi seperti ini,” ujar Heri sambil melihat foto kerangka gedung fraksi DPRD Kota Bengkulu yang terbit di Harian Bengkulu Ekspress, kemarin (27/8).

Menurutnya, jika proyek ini tidak ditindaklanjuti serius, maka akan timbul dampak sosial bagi Pemerintah Kota Bengkulu bahwa sudah terjadi penghamburan uang rakyat yang tanpa ada kejelasan.

“Artinya masyarakat bisa melihat, bahwa pemerintah sudah membuang anggaran dan tidak bisa dimanfaatkan,” tegasnya. Pihaknya sangat menyesalkan anggaran yang dulu sempat disetujui, tetapi tidak ada timbal balik yang sesuai dengan besaran anggaran tersebut.

“Kalau memang Dinas PUPR tidak lagi serius untuk meneruskan pembangunan gedung fraksi ini, maka harus segera diserah-terimakan bahwa yang bisa dibangun hanya sebatas itu. Dan sampaikan ke publik bahwa untuk kepentingan DPRD ini tidak ada uangnya,” terang Politisi PPP ini.

Perencanaan awal, fungsi atau kegunaan gedung fraksi ini sendiri sebagai sarana penunjang kinerja dewan, karena sebelumnya tidak memiliki ruang yang khusus untuk fraksi-fraksi di DPRD kota.

“Kalau kita lihat perjalanan Kota Bengkulu, ternyata DPRD kota ini merupakan salah satu lembaga legislatif yang fasilitasnya sangat-sangat tertinggal dengan daerah lain. Tetapi bukannya menjadi fasilitas malah terkesan membuang-buang anggaran saja,” pungkasnya. (805)