BPJS Kesehatan Sosialisasi Lewat Kaos

Ary, BPJS Kesehatan sosialisasi lewat kaos (1)
Ary/Bengkulu Ekspress
Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, BPJS Kesehatan Cabang Curup Zaipan Popiyandi saat menbagikan kaos berisikan sosialisasi BPJS Kesehatan dikawasan Pasar Tengah Kota Curup, Senin (27/8) kemarin

CURUP, Bengkulu Ekspress– Sejumlah upaya dilakukan oleh BPJS Kesehatan Curup untuk mensosialisasikan program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan. Salah satunya dengan cara membagikan kaos gratis kepada masyarakat yang ada diwilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Curup.”Ini bagian dari sosialisasi kita, sehingga masyarakat atau peserta JKN-KIS mengatahui terkait dengan program-program JKN-KIS,” sampai Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup, Syafrudin Imam Negara SSi melalui Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, Zaipan Popiyandi disela-sela kegiatn pembagian kaos di Pasar Tengah Kota Curup.

Dijelaskan Zaipan, salah satu poin sosialisasi yang mereka tuliskan di kaos yang mereka bagi-bagikan tersebut, terkait dengan tanggal atau batas akhir pembayaran BPJS Kesehatan setiap bulannya yaitu pada tanggal 10. Dimana menurut Zaipan dengan masyarakat melihat kaos tersebut maka masyarakat akan mengingat apakah mereka sudah melakukan pembayaran iuran JKN-KIS atau belumnya.

“Dengan adanya baju ini, maka secara tidak langsung akan mensosialisasikan khususnya terkait dengan waktu pembayaran iuran JKN-KIS dari BPJS Kesehatan,” sampai Zaipan.

Kemudian menurut Zaipan, kaos tersebut mereka bagikan ke masyarakat menengah kebawah yang pekerjaannya tidak menetap atau berkeliling. Mereka yang mendapatkan kaos dari BPJS Kesehatan tersebut, mulai dari tukang ojek, tukang becak hingga pedagang asongan yang kegiatannya tidak menetap disatu tempat.

Ary, BPJS Kesehatan sosialisasi lewat kaos (2)
Foto : Ist

“Baju ini khusus kita berikan kepada masyarakat menengah ke bawah yang pekerjaannya tidak menetap seperti tukang becak, pedangan asongan dan tukang ojek,” tambah Zaipan.

Menurut Zaipan, media sosialisasi menggunakan kaos tersebut lebih efektif dibandingkan dengan dengan pemasangan spanduk, karena menurut Zaipan bila spanduk posisinya hanya pada satu titik saja, sehingga orang yang melihat lebih sedikit, berbeda halnya dengan menggunakan kaos, karena dengan kaos khususnya yang dipakai tukang ojek maupun tukang becak, mereka akan berkeliling untuk mencari penumpang, selain itu penumpang mereka juga akan membaca tulisan dari kaos yang mereka gunakan.

Dalam melaksanakan program tersebut, Zaipan mengaku BPJS Kesehatan Cabang Curup telah menyiapkan 500 lembar kaos. Dimana kaos-kaos tersebut akan mereka bagi ke-4 kabupaten yang menjadi wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Curup yaitu Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Utara.”Totalnya ada 500 kaos yang kita siapkan, kaos-kaos tersebut akan kita bagikan ke-4 kabupaten yang menjadi wilayah kerja kita,” demikian Zaipan.(251)