BPJS Kesehatan Bengkulu Sosialisasi Layanan Rujukan Online

Foto: Iman bengkuluekspress.com Kepala BPJS kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari
Foto: Iman bengkuluekspress.com Kepala BPJS kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terus mengembangkan layanan rujukan online (daring). Daring diperuntukan untuk mempermudah masyarakat yang ingin berobat dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan klinik, ke rumah sakit.

BPJS Cabang Bengkulu mensosialisasikan layanan dari tersebut, dalam acara media gathering yang digelar di tempat wisata Wahana Surya, Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (3/9/18).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari mengatakan, tujuan dilakukannya rujukan daring untuk mengintegrasikan data pasien yang dirujuk antara FKTP dan FKRTL, serta meringkaskan proses administrasi serta antrean.

“Harapan kami bisa simplifikasi dan integrasi informasi di faskes primer ke faskes rujukan. Diagnosanya sudah ketahuan, rujukan ke RS mana, datang jam berapa, poli apa, jaraknya berapa, dokternya siapa,” tutur Rizki.

Melalui sistem rujukan daring, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu lagi membawa surat rujukan. Sebab berbagai data dan informasi rujukan pasien sudah terekam dan terintegrasi antara FKTP dan rumah sakit.

Dengan begitu, lanjutnya, proses administrasi bisa dipangkas lebih cepat. Sebab tidak perlu input ulang saat pendaftaran. Termasuk data diagnosa penyakit yang diderita peserta. Peserta BPJS Kesehatan hanya perlu menunjukkan kartu JKN-KIS atau melalui aplikasi Mobile JKN ditelepon genggam yang bisa didownload di playstore android, peserta sudah bisa dilayani di rumah sakit rujukan.

“Sistem rujukan online ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi difasilitas kesehatan. Nilai plusnya, rujukan online bersifat real time dari FKTP ke FKRTL, serta menggunakan dokumentasi digital di mana data dari P-CARE di FKTP langsung terkoneksi ke FKRTL sehingga memudahkan analisis data calon pasien. Selain itu, juga dapat meminimalkan potensi penggunaan kertas, yang menjadi kendala akibat pasien lupa membawa surat rujukan,” kata Rizki.

Rizki juga optimis jumlah fasilitas kesehatan yang mengaplikasikan sistem rujukan daring terus meningkat. Tahun depan, diharapkan pengaplikasian rujukan online sudah dilakukan disetiap fasilitas pelayanan kesehatan di Bengkulu. (Imn)