BPBD Usulkan Pembangunan 4 Pelapis Tebing

CURUP, Bengkulu Ekspress – Dalam pembahasan APBD Kabupaten Rejang Lebong tahun 2020 mendatang, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong mengusulkan pembangunan empat pelapis tebing di Kabupaten Rejang Lebong.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, Basuki SSos, pembangunan pelapis tebing untuk penahan longsor diempat lokasi tersebut sudah mereka masukkan dalam usulan APBD 2020 yang saat ini sudah dalam proses pembahasan di DPRD Kabupaten Rejang Lebong.”Untuk tahun 2020 mendatang, salah satu usulan kita yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD Rejang Lebong adalah pembangunan pelapis tebing diempat lokasi,” sampai Basuki saat ditemui di Kantor DPRD Rejang Lebong Rabu (30/10) kemarin.

Dijelaskan Basuki, empat lokasi yang mereka usulkan untuk dibangun pelapis tebing tersebut yaitu satu titik di kawasan SPN Bukit Kaba, kemudian di Desa Talang Lahat Kecamatan Sindang Kelingi, selanjutnya di Desa Kampung Baru Pal Batu Kecamatan Selupu Rejang dan Di kawasan Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah.

“pembangunan pelapis tebing ini sangat penting, karena selama ini sudah longsor bahkan nyaris memutuskan jalankabupaten bahkan mengancam pemukiman warga,” paparnya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan longsor yang ada di Desa Sukarami Kecamatan Bermani Ulu Raya, menurut Basuki sudah mereka usulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Perbaikan jalan tersebut mereka usulkan ke BNPB karena menurut Basuki kerusakannya sudah cukup parah dan membutuhkan anggaran besar, dimana anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan tersebut mencapai Rp 700 juta.

“Untuk jalan di Desa Sukarami kita usulkan ke BNPB melalui dana rehab dekontrasi karena anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 700 juta,” sampainya.

Selain perbaikan jalan di Desa Sukarami, Basuki juga mengaku usulan perbaikan lain yang mereka sampaikan ke BNPB adalah pembangunan pelapis tebing di Desa Lubuk Ubar Kecamatan Curup Selatan. Perbaikan pelapis tebing di Desa Lubuk Ubar ini juga sangat penting karena menurut Basuki telah mengancam jembatan di desa tersebut.(251)