BPBD Perjuangkan Anggaran Rp 32 Miliar

Foto : IST

BENTENG, bengkuluekspress.com – Usulan perbaikan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang rusak akibat bencana alam pada tanggal 27 April 2019 yang lalu terus diperjuangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng. Beberapa waktu lalu, BPBD Benteng kembali berkoordinasi dengan BNPB untuk mendapatkan dana pusat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Benteng, Samsul Bahri SPd MM melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR), Joni Aprianto ST mengatakan, usulan sudah disampaikan sejak akhir tahun 2019 lalu. Total dana yang dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur di Kabupaten Benteng yang rusak akibat bencana ditaksir mencapai angka Rp 32 miliar.

“Yang jadi prioritas usulan adalah pembangunan infrastuktur. Kami bersama tim dari BPBD Provinsi Bengkulu melaksanakan verifikasi usulan tersebut di pusat,” ungkap Jhoni.

Jhoni mengatakan adpun sejumlah prioritas perbaikan yang diusulkan diantarnya adalah 8 unit jembatan , 2 sekolah dan 2 jaringan irigasi yang rusak akibat bencana longsor dan bajir. “Rmah yang rusak juga kami usulkan, akan tetapi prioritasnya untuk infrastruktur dan fasilitas umum yang diperlukan masyarakat,” bebernya.

Salah satu jembatan yang telah diusulakn untuk dilakukan pembangunan adalah jembatan Desa Sekayun Mudik Kecamatan Bang Hajis erta Jemabatan Desa Temiang Kecamatan Pagar Jati.Untuk sekolah yang diusulkan yakni SDN 72 Benteng yang berlokasi di Desa Arga Indah II Kecamatan Merigi Sakti serta SDN 75 yang berlokasi di Desa Air Napal Kecamatan Bnag Haji.Untuk irigasi yang diusulkan yakni irigasi yang berada di Desa Durian Demang dan Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi. “Setelah dilakukan verifikasi data usulan, maka tim BNPB akan turun melihat kondisi lapangan dan menentukan apakah layak usulan tersebut disetujui atau tidak. Diharapkan, apa yang diusulkan bisa dikabulkan,” tandasnya.(135)