BPBD Launching SMAB

BPBD Rejang Lebong saat melaunching program SMAB di MAN Rejang Lebong Rabu (28/8) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong melaunching program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB). Launching program SMAB sendiri dilaksanakan Rabu (28/8) kemarin di MAN Rejang Lebong.

Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki SSos melalui Kepala Bidang Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Andi Purwanto mengungkapkan pembentukan SMAB sendiri merupakan upaya pemerintah dalam meminimalisir jatuhnya korban khususnya dari kalangan pelajar bila terjadinya bencana.

“Melalui program SMAB ini kita akan memberikan pengetahuan terkait dengan bencana hingga penanggulangannya sehingga para pelajar sigap dalam menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu,” sampai Andi.

Dijelaskan Andi, untuk di Kabupaten Rejang Lebong sendiri ada lima sekolah atau madrasah yang akan dibentuk menjadi SMAB, sekolah yang akan bentuk SMAB tersebut bulai dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Sekolah-sekolah yang akan dijadikan SMAB tersebut adalah MAN Rejang Lebong, SMAN 2 Rejang Lebong, SMPN 3 Rejang Lebong, SMPN 8 Rejang Lebong dan MIN 1 Rejang Lebong.

Dijelaskan andi dalam kegiatan SMAB yang dimulai kemarin, BPBD Rejang Lebong akan memberikan pelatihan kepada para siswa-siswi dalam menghadapi bencana. Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga akan melakukan pembuatan peta sekolah, jalur evakuasi, kemudian pertolongan pertama. Bahkan untuk memaksimalkan kegiatan tersebut nantinya akan disertai dengan kegiatan gladi dan simulasi bencana.

Dengan adnaya kegiatan tersebut, menurut Andi pihaknya berharap agar anak-anak tangguh terhadap bencana dan mengetahui tanda-tanda bencana, mengetahui kalau ada bencana dan apa yang harus dilakukan. Hal tersebut menurut Andi penting, karena Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu daerah rawan bencana, baik bencana longsor, banjir maupun gempa.



“Yang kita khawatirkan kalau ada gempa dan anak-anak berada disekolah yang bertingkat, karena beberapa sekolah di Rejang Lebong ini sudah bertingkat,” jelas Andi.

Tak hanya itu, menurut Andi ada beberapa sekolah di Kabupaten Rejang Lebong yang berada didaerah rawan longsor karena berada dipinggir jurang maupun dibawah tebing. Maka dengan adanya SMAB mereka bisa mengetahui cara penanggulangan bila terjadi bencana seperti longsor maupun gempa.

Kemudian menurut Andi, dengan dibentukanya sekolah madrasah aman bencana, maka diharapkan bila nanti terjadi bencana di Kabupaten Rejang Lebong maka para siswa mengerti apa yang akan mereka lakukan sehingga bisa mengurangi dari dampak bencana itu sendiri. Meskipun Andi berharap tidak terjadi bencana di Kabupaten Rejang Lebong. (251)