BPBD Kota Bengkulu Kekurangan Peralatan Penanganan Bencana

FOTO IMAN/ BE – Kepala BPBD Kota Bengkulu Selupati bersama DPRD Komisi II saat mengecek keadaan peralatan penyelamatan di kantor BPBD, Senin (07/06).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu saat ini belum memiliki peralatan yang lengkap untuk melakukan penanganan bencana. Hal itu dikarenakan ada beberapa item peralatan yang sudah rusak seperti tenda, mesin perahu dan alat transportasi penunjang kinerja BPBD.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Selupati menjelaskan jika beberapa waktu lalu Walikota dan Sekda sudah melihat langsung kondisi peralatan di BPBD dan menunjukan respon positif untuk peralatan yang kurang agar diusulkan. Apalagi wilayah Kota Bengkulu rawan terjadi bencana sewaktu-waktu dan peralatan sangat dibutuhkan untuk antisipasi.

“Saat pemerintah kota mengecek ke kantor BPBD kita tunjukan apa adanya. Ada yang rusak yang harus diganti dan ada yang masih bagus untuk digunakan. Seperti tenda kan beberapa hancur terkena badai saat digunakan untuk Covid-19 di beberapa rumah sakit. Kalau pengajuan pengadaan selalu kami lakukan, apalagi sudah didukung pemkot dan anggota dewan. Itu juga masih tergantung dana, kalau dananya ada kenapa nggak,” jelas Selupati, Senin (07/06).

Meski begitu, Selupati menjelaskan kekurangan alat tak lantas mempengaruhi kinerja para personelnya dalam melaksanakan tugas. Pihaknya bisa berkoordinasi dengan SAR dan BNPB provinsi yang lebih lengkap peralatannya jika suatu waktu ada bencana alam yang mengharuskan menggunakan peralatan yang tak ada di BPBD.

Selain itu, dalam waktu dekat BPBD juga menerima bantuan alat deteksi dini tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System/Inatews) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat. Alat ini berfungsi untuk mengirimkan informasi waktu yang sebenarnya (real time) terjadinya gempa bumi di setiap daerah di Indonesia. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*