BPBD Kabupaten Seluma Laksanakan Simulasi Bencana

 

Jefryy/BE-Simulasi kesiap Siahaan menghadapi gempa dan tsunami.

AIR PERIUKAN, BE – Meski pandemi Covid-19 masih terus menghantui warga Kabupaten Seluma. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seluma, tetap terus melatih kesiapsiagaan bencana. Karena, tidak menutup kemungkinan bencana terjadi ditengah pandemi covid-19 masih berlangsung.

“Tujuannya untuk melatih kesiapsiagaan akan bencana yang sewaktu waktu terjadi nantinya,” tegas Kepala BPBD Seluma Arben Muktiar MM melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Faisal Sip Msi kepada BE Senin (1/12).

Dijelaskan, meningkatkan kesadaran warga atas bencana alam. Atas dasar tersebut digelar latihan penanggulangan bencana alam yang terjadi gempa bumi dan longsor. Dalam simulasi ini diperagakan setelah mendapat laporan dari penduduk dan perangkat desa setempat terjadi gempa bumi dan longsor menelan korban jiwa. Tim Gabungan Tanggap Bencana mendatangi lokasi kejadian. Evakuasi dan penyelamatan penduduk dilaksanakan tim melibatkan anjing pelacak, untuk mencari korban yang tertimbun bangunan.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan simulasi penanggulangan bencana ini, agar seluruh masyarakat desa dapat memahami tindakan apa yang perlu diambil pada saat terjadi bencana alam gempa bumi dan kebakaran,” ujarnya

Simulasi, ini dilakukan di Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan. Diperlihatkan simulasi saat diguncang gempa bumi 6,5 skala richter disertai gelombang tsunami. Guncangan gempa yang kuat membuat masyarakat panik, banyak korban jiwa luka dan meninggal dunia. Seluruh aparat gabungan mulai dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD bekerja sama melakukan evakuasi korban luka dan meninggal dunia yang tergeletak di reruntuhan bangunan dan di pesisir pantai. Untuk menangani korban dan tindakan lanjut paska bencana alam petugas dibagi beberapa satker. Untuk memaksimalkan kinerja penanganan bencana alam baik evakuasi dan penanganan medis korban bencana alam atau memulihkan psikologi anak-anak.

”Latihan dan simulasi dimaksudkan agar personel yang ditugaskan bisa tanggap saat terjadi bencana, mereka sudah tahu tugas masing-masing dan tindakan yang dilakukan. Selain itu, untuk meminimalisir korban jiwa,” imbuhnya. (333)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*