Bonus Rp 100 Juta Peraih Emas

RIO/BE – TINJAU: Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman meninjau pelaksaan kegiatan Porwil Sumatera ke X salah satunya di Venue cabor bola voli di GOR Semarak Sawah Lebar Bengkulu, Rabu (6/11).

Ketua KONI Pusat Apresiasi Tuan Rumah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu menyiapkan bonus untuk atlet yang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera ke-X. KONI Bengkulu menyiapkan bonus Rp 100 juta untuk atlet yang meraih emas dan cabor yang dilombakan dipertandingkan di PON 2020 Papua.

Data terhimpun, sejauh ini atlet Bengkulu yang meraih emas dan cabornya dipertandingkan di PON diantaranya Atletik lari 200 meter putri dan Kempo nomor embu berpasangan putra Kyukensi. Kemudian Panjat tebing nomor Boulder perorangan putra dan nomor speed walk record perorangan putra. Jumlah tersebut belum final, karena masih ada cabor lainnya yang dipertandingkan di PON berpotensi menambah medali emas.

“Atlet yang mendapat emas kemudian cabornya di pertandingkan di PON kita kasih reward Rp 100 juta,” jelas Ketua KONI Bengkulu, Mufran Imran, Rabu (6/11).

Sementara itu untuk atlet lain yang mendapatkan emas tetapi cabor tidak dipertandingkan di PON, KONI Bengkulu mempersiapkan bonus Rp 50 juta. Begitu juga dengan atlet lain yang bertanding membela Bengkulu KONI telah mempersiapkan reward untuk mereka. “Emas tetapi tidak masuk PON kita siapkan reward Rp 50 juta,” imbuhnya.

Beberapa atlet Bengkulu yang memastikan diri mendapatkan tiket PON diantaranya, lari 200 meter putri, lempar lembing putra dan putri, panjat tebing dua nomor masuk PON, kempo satu nomor masuk PON, renang satu nomor masuk PON, bulu tangkis, voli, sepak bola dan tinju. Target KONI Bengkulu adalah setiap cabor yang dipertandingkan di Porwil mendapatkan tiket ke PON. Minimal setiap kelas pada cabor yang dipertandingkan di Porwil mendapatkan tiket ke PON.

Untuk atletik memang ada satu atlet mendapatkan emas tetapi tidak lolos ke PON, pada nomor 100 meter putri. Catatan waktu Hasruni pada nomor 100 meter putri tidak masuk limit PON. Sehingga dipastikan lari 100 meter putri pada PON nanti tidak ada atlet dari Bengkulu. “Atletik itu penilaiannya terukur, jadi jika capaian atlet tidak masuk limit PON dia tidak bisa lolos. Jika catatan masuk limit PON, tetapi mendapatkan medali perunggu berhak masuk ke PON,” pungkas Mufran.

Ketua KONI Pusat Pantau Porwil

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman memantau pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera ke-X di Provinsi Bengkulu, Rabu (6/11). Marciano memantau kesiapan beberapa venue cabang olahraga Porwil, mulai dari catur, bulu tangkis sampai bola voli.

Saat dimintai tanggapan terkait pelaksanaan Porwil di Bengkulu, Marciano memberikan apresiasi kepada Gubernur Bengkulu, KONI Bengkulu, Korem 041 Gamas Bengkulu yang sudah bekerja keras mempersiapkan fasilitas dan infrastrutur untuk Porwil ke-X.

Fasilitas beberapa venue cabor sudah sangat baik, seperti bulu tangkis, catur dan bola voli. Bahkan untuk bola voli, Marciano mengapreasiasi antusiasme masyarakat Bengkulu sangat tinggi, karena GOR Semarak Sawah Lebar ramai sorak penonton saat pertandingan voli.

“Saya berikan apreasiasi tinggi, terutama kepada Gubernur, Korem dan KONI Bengkulu sudah bekerja keras agar mempersiapkan Bengkulu menjadi tuan rumah Porwil,” jelas Marciano.

Lebih lanjut Marciano mengatakan, selain memantau kondisi venue, masing-masing Ketua KONI dari Provinsi lain memberikan masukan. Secara umum mereka memberikan masukan positif terkait pelaksanaan Porwil di Bengkulu. Untuk itu, Marciano mengapresiasi kepada 10 Provinsi Sumatera yang sudah konsisten tetap menyelenggarakan Porwil sebelum PON berlangsung.

Karena Porwil merupakan suatu proses pembinaan prestasi untuk atlet sebelum PON digelar. “Menata kompetisi itu menjadi hal yang penting untuk mendapatkan hasil maksimal. Porwil ini kan dilaksanakan sebelum PON, jadi sudah pasti menjadi persiapan untuk para atlet,” imbuhnya.

PON 2024 nanti akan digelar di Sumatera Utara dan Aceh, tidak menutup kemungkinan tahun selanjutnya Provinsi Bengkulu terpilih menjadi tuan rumah PON. Jika melihat fasiltias olahraga yang sudah banyak direnovasi dan dibangun bisa dijadikan nilai tersendiri dalam hal pembinaan olahraga.

Jika Porwil sukses, artinya menjadi tuan rumah PON tinggal satu langkah lagi. “Suatu hari nanti Bengkulu harus menjadi tuan rumah PON, karena semua orang tahu lah, menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah jika menjadi tuan rumah PON,” pungkas Marciano yang mengaku masih melanjutkan memantau venue cabor Porwil ke-X.(167)