Bongkar Pagar, Buruh Disel

BENGKULU, BE – Hanya karena ribut dengan tetangganya sendiri, Ka (44), warga Jalan Raya Air Sebakul RT 01 RW 04 Kelurahan Surabaya, Sungai Serut, meringkuk disel Mapolres Bengkulu.
Bapak dua anak yang berprofesi sebagai buruh bangunan asal Desa Palak Bengkerung, Seginim, Bengkulu Selatan ini, dijebloskan ke dalam jeruji besi karena dilaporkan tetangganya sendiri, Rudi Hartono (46) atas tuduhan melakukan perusakan pagar rumah korban serta melakukan pengancaman.
Dalam laporannya, Rudi mengatakan peristiwa tersebut terjadi Senin sore (6/10) sekitar pukul 18.15 WIB di teras rumah korban. Kejadian berawal dari korban dibangunkan istrinya atas nama Jariah dari tidur dan mengatakan bahwa terlapor membongkar pagar rumah korban yang terbuat dari kayu.
Kemudian korban keluar dan menemui pelaku, lalu menanyakan alasan terlapor membongkar pagar rumah korban tersebut.
Saat ditanya, pelaku marah dan langsung mengajak pelapor berkelahi sambial mengacungkan sebilah parang.
Anggota Polres Bengkulu setelah mendapat laporan korban tersebut langsung bergerak cepat, sehingga tak beberapa lama usai kejadian,terlapor berhasil diamakan kemudian digiring ke dalam jeruji bersi Polres. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Bengkulu mengenai penangkapan telapor itu.

\\Pagar Tutup Jalan
Sementara itu, dari balik jeruji besi Polres Bengkulu pelaku mengatakan, ia membongkar pagar kayu korban, karena pagar tersebut menghalangi akses menuju kediamannya yang berada di belakang pagar tersebut. Sementara jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang dapat dilalui menuju kediamannya. “Karena kalau dipagar saya berserta keluarga tidak bisa masuk ke rumah, makanya saya bongkar. Kalau mau lihat lokasi silakan,” ungkap Ka.
Ka hanya berharap ada solusi atas peristiwa yang dialami sehingga dirinya dapat keluar dan memberikan nafkah kepada keluarganya. “Saya sudah 8 tahun bertetangga dengan dia (pelapor) dan sudah dianggap keluarga, hanya karena persoalan ini jadi ribut. Saya harapnya bisa damai sehingga semua baik-baik saja,” ucapnya.(320)