Bonggol Bunga Rafflesia Semakin Banyak

DOK/Bengkulu Ekspress MEKAR : Bunga Rafflesia yang sedang mekar merona di Dusun III, Desa Lagan Bungin, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Selasa (14/5).

SEMIDANG LAGAN, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Lagan Bungin, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) kembali menemukan bonggol Bunga Rafflesia yang akan mekar sekitar 3-4 hari ke depan. “Tadi siang (kemarin,red), kami kembali menemukan bonggol Bunga Rafflesia yang siap mekar,” ungkap pemilik kebun yang ditumbuhi Bunga Rafflesia, Lukman Ansori, kemarin (15/5).

Berbeda dengan dua lokasi yang berada di bawah tebing curam yang ditemukan sebelumnya, sambung Lukman, bonggol yang baru ini ditemukan berada di lokasi yang sedikit lebih mudah diakses. “Yang baru ditemukan ini hanya terlihat 1 bonggol saja. Jaraknya lebih dekat, hanya sekitar 400 meter dari jalan lintas baru bara,” kata Lukman.

Lebih lanjut, Lumkan mengatakan, puspa langka yang berwarna merah muda dan dihiasi bintik putih pada bagian kelopaknya tersebut tumbuh subur di tepi sungai perkebunan karet miliknya setiap kali bulan suci Ramadan.  Bunga yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu ini memiliki ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan yang tumbuh di kawasan hutan lindung. Yakni, hanya berdiameter sekitar 30 Centimeter (cm).

Di Desa Lagan Bungin, wisatawan bisa melihat langsung habitat Bunga Rafflesia yang memiliki jarak tempuh sekitar 500 meter dari jalan lintas batu bara Desa Lagan Bungin-Tambang. Selama perjalanan, pengunjung bisa menikmati perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan melintasi jalan usaha tani (JUT) yang sudah dibangun rabat beton. Dipenghujung jalan, pengunjung terpaksa berjalan kaki sekitar 8-9 menit melewati kebun karet warga sebelum tiba di habitat bunga tersebut.

“Beberapa kali, Bunga Rafflesia selalu tumbuh di kebun saya sendiri yang dinamakan Curup Cemikat Air Pagar Banyu. Itupun sudah lama, seja zaman penjajahan Belanda dahulu. Hanya lokasinya saja yang sedikit bergeser,” ungkapnya.(135)