Bocah Ditemukan Tewas di Tapak Paderi

Rizki/Bengkulu Ekspress Jasad Abdurahman (6) yang ditemukan tewas di Tapak Paderi saat dilihat neneknya (memegang jasad Abdurahman) yang terbaring di Rumah Sakit Jitra Bhayangkara, kemarin (2/1).
Rizki/Bengkulu Ekspress Jasad Abdurahman (6) yang ditemukan tewas di Tapak Paderi saat dilihat neneknya (memegang jasad Abdurahman) yang terbaring di Rumah Sakit Jitra Bhayangkara, kemarin (2/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Warga dan wisatawan yang berkunjung di Pantai Tapak Paderi, Selasa (2/1) sekitar pukul 17.00 WIB, dikejutkan dengan penemuan jenazah bocah berumur enam tahun yang mengapung di dekat bebatuan Pantai Tapak Paderi. Warga setempat dan wisatawan kemudian mengevakuasi dan membawa jasad bocah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Jitra.

Cukup lama anggota Polsek Teluk Segara dan anggota Reskrim Polres Bengkulu menunggu keluarga bocah malang tersebut datang ke rumah sakit. Sekitar pukul 18.00 WIB, anggota Polsek Teluk Segara membawa seorang nenek yang merasa kehilangan cucunya ke Rumah Sakit Bhayangkara. Teriakan tangis haru pecah saat nenek tersebut membuka penutup jenazah untuk melihat muka si bocah dan bocah tersebut memang cucu sang nenek.

“Ya alloh ngapo kamu sampai cek iko, Cung,” ujar nenek tersebut sembari berteriak dan menangis.

Bocah malang tersebut bernama Abdurahman (6), warga Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebelum ditemukan meninggal, Abdurahman sedang bermain di rumah neneknya di Pondok Besi. Dari keterangan tetangga nenek Abdurahman, bocah itu memang sering bermain ke rumah neneknya, karena orang tuanya berjualan.

“Dia memang sering main di rumah neneknya. Orang tuanya kan pedagang jadi tidak ada dirumah, ” ujar tetangga nenek Abdurahman.

Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Djohan Andika SE SIK mengatakan, polisi sempat kesulitan mencari identitas Abdurahman. Saat ditemukan tidak ada satupun orang di sekitar lokasi yang kehilangan keluarganya. Diduga Abdurahman meninggal karena terpeleset kemudian terjatuh dan menghantam bebatuan di Pantai Tapak Paderi.

”Jika meninggal karena tenggelam, kemungkinannya kecil. Karena saat ditemukan jenazah Abdurahman masih mengenakan pakaian lengkap, kemeja coklat garis dan celana jeans pendek. Kita masih melakukan penyelidikan penyebab korban meninggal. Alhamdulilah sudah ada keluarga melihat jenazah korban, ” pungkas Kasat Reskrim.(167)