Bocah Cabuli Balita, Pelaku Sering Nonton Video Porno di Warnet

Cabul
KOORDINASI: Kepala DP3PPKB Benteng didampingi Kabid PP (tengah dan kanan) saat berkoordinasi dengan Kapolsek Talang Empat tentang dugaan pencabulan yang dialami oleh balita asal Kecamatan Talang Empat. (Foto BAKTI/Bengkulu Ekspress).

TALANG EMPAT, Bengkulu Ekspress – Nahas dialami Kembang (3,7), warga Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Anak umur bawah lima tahun (balita) ini diduga dicabuli oleh salah seorang pelajar berinisial Du (13) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Tak terima dengan apa yang menima putrinya, Ju (31), orang tua korban langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Talang Empat sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (17/5) malam.

Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Andhika Visnhu SIK melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu Kaisar Ariadi Pradesa SIK membenarkan laporan tersebut.

Disampaikan Kapolsek, peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelaku saat rumah dalam keadaan sepi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Kapolsek mengatakan bahwa aksi bejat tersebut dilakukan oleh pelaku setelah menonton sejumlah film (video) porno.

“Dari hasil pemeriksaan, aksi pencabulan dilakukan pelaku setelah menonton video porno di warung internet (warnet). Sepulang dari warnet itulah, pelaku langsung mencabuli korban yang saat itu memang sedang bertandang ke rumah pelaku. Pelaku merupakan tetangganya sendiri,” jelas Kapolsek.

Mantan Kapolsek Tramang Jaya, Kabupaten Mukomuko ini menjelaskan, setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan kepada orang tua korban. Setelah itu, pihak kepolisian langsung mendatangi kediaman pelaku dan mengamankannya ke Mapolsek Talang Empat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebelumnya, pelaku sudah kita amankan selama 1×24 jam. Karena masih berstatus pelajar, pelaku akhirnya kita kembalikan kepada orang tuanya. Meski demikian, pelaku tetap dikenakan wajib lapor, yakni 1 kali dalam sehari,” terang Kapolsek.

Menuntaskan perkara tersebut, Kapolsek mengaku bahwa pihaknya akan melakukan upaya mediasi antara keluarga pelaku dan korban.

Jika memang tak disepakati jalan damai, Kapolsek memastikan bahwa pelaku akan mengikuti tahapan proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kita tetap upayakan untuk melakukan diversi (damai,red). Akan tetapi, jika memang keluarga tak puas dan tak bisa menerima, proses hukum tentu saja akan kita lanjutkan,” tegas Kapolsek yang berasal dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2013 ini.

Prihatin atas apa yang terjadi, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindangan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Benteng langsung melakukan mendatangi Mapolsek Talang Empat untuk melakukan peninjauan.

Meskipun tak berhasil bertemu dengan korban ataupun pelaku, Kepala DP3APPKB Kabupaten Benteng, Sri Haryati Prasetya SSTP mengaku prihatin atas pristiwa tersebut.

“Menghindari peristiwa serupa kembali terulang, kami akan lebih gencar lagi melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Meskipun begitu, peran orang tua dalam melakukan pengawasan juga harus ditingkatkan,” tutup Sri.(135)