Bocah “Cabul” di Mata Guru Sekolah Anak Baik, Penurut, dan Rajin Sholat

GERBANG : Inilah gerbang sekolah dasar swasta tempat Fa dan Ri menimbah ilmu.

DUA hari terakhir, warga Kabupaten Bengkulu Selatan dihebohkan dengan perbuatan cabul yang dilakukan oleh 4 orang, 2 diantaranya bocah ingusan yakni Fa murid kelas 6 SD dan Ri murid kelas 4 SD. Apa tanggapan pihak sekolah tempat kedua anak ini menuntut ilmu? dan bagaimana perilaku sehari-hari keduanya? Berikut laporannya.

Asrianto, Bengkulu Selatan

Kemarin, wartawan BE menyempatkan diri mengunjungi SD tempat kedua murid yang diduga melakukan perbuatan cabul tersebut menimbah ilmu. SD tersebut merupakan salah satu SD swasta yang sudah terkenal mampu mencetak siswa yang cerdas dan diimbangi dengan agama yang kuat di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pasalnya di sekolah tersebut para murid mulai dari kelas I hingga kelas 6 diberikan tambahan pelajaran agama 4 jam di luar jam wajib sehingga setiap minggunya belajar agama 6 jam. Namun dengan adanya dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh kedua murid ini, menjadi pukulan dan tanda tanya besar bagi pihak sekolah. Yurma SPd, selaku kepala SD tempat 2 murid itu sekolah mengatakan, kalau dirinya terkejut seakan tak percaya atas ulah kedua anak didiknya itu.
Pasalnya, menurut Yurma, keduanya itu anak yang baik. Terlebih lagi Ri yang masih kelas 4 SD, selalu mendapat nilai yang bagus meskipun tidak mendapat 10 besar. Selain itu Ri juga tidak pernah tinggal kelas.

Begitu juga dengan Fa, juga anak baik. Meskipun baru 1 tahun terakhir ini bergabung di SD yang dipimpinnya itu, Fa menunjukkan sikap yang baik dan penurut. Selain itu Fa juga tidak pernah membantah apa yang diperintahkan oleh wali kelasnya. Dia juga menegaskan, kalau pihak sekolah tidak pernah mengajari anak-anak untuk berbuat yang tidak baik, bahkan pendidikan agama yang diutamakan. Selain itu sore harinya diadakan kegiatan ekstra kurikuler pramuka dan kegiatan pengajian.”Rasanya untuk pendidikan di sekolah sudah cukup karena setiap hari mereka disuguhkan pendidikan agama,” ucap Yurma. Sebab itu, Yurman mengaku tidak habis pikir terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Ri yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Sebab kata dia Ri itu sudah mulai pandai sholat dan juga bisa membaca iqra’. Bahkan Ri pernah mempersempahkan piala bagi sekolah dalam bidang kepramukaan pada lomba pramuka antar sekolah beberapa waktu lalu. Namun dengan adanya kejadian yang menimpah kedua anak didiknya itu, dia menilai ada penerapan ilmu di lingkungannya yang salah.

Berharap Fa bisa ikut ujian
Meskipun tahu kalau muridnya diduga berbuat cabul, namun YUrma berharap Fa tetap bisa mengikuti ujian sekolah yang akan digelar
Senin lusa. Sebab jika Fa tidak diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian sekolah, maka akan dapat menjadi penyebab bagi Fa untuk tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Saya hanya meminta kepada Polres dapat memberikan penangguhan kepada kedua anak kami ini agar dapat mengikuti pelajaran di sekolah,” harapnya. Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak BS Derta Wahyulin Rohidin AKs yang menjenguk kedua bocah ini kemarin mengatakan adanya kenakalan anak di bawah umur ini tidak dapat menyalahkan pihak sekolah semata. Sebab pihak sekolah telah memberikan pelajaran keagamaan kepada anak didiknya itu. Selain itu waktu belajar di sekolah hanya sampai pukul 13.30 WIB yang dimulai pukul 17.30 WIB dan selebihnya menjadi kewajiban orang tuanya untuk mengawasi kegiatan buah hatinya itu. Sebab itu, dia mengingatkan kepada para orang tua agar dapat memperhatikan dan mengawasi anak -anaknya ketika sudah pulang sekolah. Jika tidak ada pengawasan dari orang tua, bisa jadi perbuatan anak itun tidak akan dapat terkontrol. “Orang tua juga wajib menjadi teladan bagi anak-anaknya sehingga harus terus memberikan pendidikan yang baik dengan selalu melalukan pengawasan jangan sampai anaknya terjerumus dalam pergaulan yang salah,” harapnya.

Minta Dibebaskan
Sementara itu, kedua anak ingusan ini berharap agar mereka dapat dibebaskan. Sebab mereka telah menyesali perbuatan cabul dengan meraba dada korban. Mereka berharap polisi dapat membebaskan mereka dan dapat bersekolah sebagaimana anak lainnya. “Kami menyesal dan berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi jika kami bebas nanti,” ucap mereka berdua. Terpisah Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Zulfi Besemah didampingi KBO Reskrim belum dapat memutuskan apakah kedua bocah ini tetap ditahan atau ditangguhkan penahanannya. “Kemungkinan ada penangguhan penahanan karena pertimbangan masih sekolah, tapi masih mau dikaji lagi,” terangnya.(**)