Bobot Foto Kalahkan Berita Tulis

JAKARTA – Fotografer Sumut Pos (Grup JPNN) Andri Ginting, yang menyabet penghargaan dari Adiwarta 2012 untuk Foto Berita Kategori Olahraga, patut diacungi jempol. Pakar komunikasi dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, menilai, jepretan foto Andri yang bertema “Protes Kartu Merah” itu punya kekuatan luar biasa dalam membentuk persepsi masyarakat.

“Itu luar biasa. Foto itu bobotnya jauh lebih tinggi dibanding berita tertulis. Semua segmen masyarakat mampu memahami makna foto itu, tak perlu masyarakat yang rasional,” ujar Yunarto Wijaya kepada JPNN, Rabu (5/12).

Dia mengatakan, berita foto sangat berpengaruh untuk saat ini. Pasalnya, budaya membaca belum merata di semua kalangan masyarakat. “Dan foto yang bagus, seperti pemenang Adiwarta 2012 itu, punya daya penetrasi luar biasa ke benak masyarakat yang melihatnya,” imbuh dia.

Bahkan, Yunarto yang juga berkecimpung dalam urusan pembentukan opini publik, terang-terangan mengakui, lebih senang jika acara yang digelarnya ditampilkan dalam bentuk foto, dibanding diberitakan secara tertulis.

“Karena foto sejatinya malah lebih banyak bicara,” ujarnya. Bahkan, dia mengatakan, foto headline di halaman satu sebuah media cetak, bisa untuk melihat secara utuh arah substansi pemberitaan media tersebut di hari itu.

Karenanya, dia mendukung sepenuhnya pemberian penghargaan bagi para jurnalis foto, seperti Anugerah Adiwarta itu. “Ini salah satu cara agar dunia jurnalisme tetap bisa mengikuti perkembangan. Bahwa jurnalisme tak hanya soal berita naratif, tapi juga gambar yang bagus,” ucapnya.

Seperti diberitakan, foto yang bertema “Protes Kartu Merah” dijepret AndriGinting itu dalam pertandingan antara PSMS Medan vs Persib Bandung di Stadion Teladan pada pertengahan Juni yang lalu.

Pada saat itu, sang wasit, Yandri memberikan kartu merah kepada salah satu pemain blasteran berasal dari Slovenia yang merupakan gelandang PSMS Nastja Ceh. Tidak terima, sang kapten Sasa Zecevic membuang kartu merah tersebut dari tangan wasit. Saat momen mengambil dan akan membuang kartu itulah Andri mengambil foto yang menjadi juara pertama tersebut.

Dalam foto tersebut terlihat dengan jelas bagaimana ekspresi Sasa mengambil kartu, juga ekspresi kebingungan diliputi kemarahan seorang wasit saat menghadapi pertandingan yang dipimpinnya tidak sesuai dengan harapannya. Dan para pemain lain, dengan wajah terkejut melihat aksi Sasa saat itu. (sam/jpnn)