Bobe Belajar Menulis Berita Blog

IST/Bengkulu Ekspress  Anggota Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe) foto bersama usai mengikuti pelatihan, kemarin (25/3).
IST/Bengkulu Ekspress  Anggota Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe) foto bersama usai mengikuti pelatihan, kemarin (25/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Komunits Blogger Bengkulu (BoBe) kembali melaksanakan kelas blogger bagi anggotanya.

Pada kelas blogger ke-8 kali ini mengupas tentang Menulis Liputan Blog dengan menghadirkan pemateri Ketua BoBe, Milda Ini dan Redaktur Harian Bengkulu Ekspress, Zalmi Herawati yang juga selaku anggota BoBe.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat lantai III, Graha Pena Bengkulu Ekspress di Jalan Jati No 129 Kota Bengkulu, sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB, Sabtu (25/3), ini diikuti sekitar 20 anggota BoBe pemula.

”Peliputan artinya proses mencari, mengumpulkan dan menghimpun bahan berita atau informasi yang diperlukan untuk menulis berita,” kata pemateri pertama Zalmi Herawati.

Ia menjelaskan, untuk meliput berita, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yakni persiapan, seorang blogger harus mengenakan pakaian yang sesuai dengan acara yang mau diliput. Kemudian menyiapkan peralatan untuk liputan, mulai dari pulpen, buku catatan, alat perekam, kamera atau handphone.

Semua peralatan itu sudah dipastikan dalam kondisi siap pakai dan tidak akan mengalami kendala. Semisal handphone atau kamera baterainya sudah terisi penuh, pulpen yang tintanya masih banyak dan buku catatan yang halaman kosong untuk menulisnya masih banyak.

Hal yang harus diperhatikan saat liputan jangan terlambat datang ke acara, upayakan datang lebih awal sebelum acara dimulai.

Ketika tiba di lokasi kegiatan atau acara minta panitia memperlihatkan absensi peserta yang hadir, catat jumlah peserta, dan dari mana saja mereka. Mintalah bahan atau materi kegiatan yang akan disampaikan nara sumber kalau disediakan.

Berikutnya, Zalmi Herawati memberikan tips saat meliput. Carilah tempat duduk atau berdiri yang dapat melihat secara jelas dan mendengarkan saat nara sumber berbicara (tidak terlalu dekat sound system atau duduk diposisi paling belakang). Hindari duduk dengan orang yang dikenal saat acara dimulai atau nara sumber mulai bicara

Catat atau foto backdrop atau spanduk acara yang biasanya dipasang di belakang para pemateri.
Adapun hal yang harus diliput atau data yang perlu dirangkum saat meliput adalah 5W+1 H. Yakni, What, acara atau kegiatannya apa, where mencatat lokasi acara, who: siapa saja orang yang terlibat dalam acara tokoh penting yang diundang, pemateri dan peserta, when: kapan pelaksanaan acara, hari, tanggal, jam, berapa lama, why: berisikan dalam rangka apa acara/kegiatan dilaksanakan, penyebab atau pertimbangan diselenggarakannya acara, dan terakhir how merangkum bagaimana jalannya acara, bagaimana dan apa saja yang terjadi dalam acara, seperti apa kondisi acara, catat lika-liku atau kronologisnya secara utuh dan menyeluruh.

Selain mengambil data, saat liputan penulis atau blogger juga harus mengambil gambar atau foto kegiatan yang berlangsung. Foto yang perlu diambil semua orang yang memberikan sambutan atau pernyataan di podium.

“Ambil gambar nara sumber yang berada di meja depan saat acara dimulai. Kemudian foto masing-masing nara sumber saat menyampaikan materinya dalam posisi yang menarik. Foto peserta kegiatan dari berbagai sisi, sesi kegiatan foto bersama, penyerahan cindera mata atau hadiah pada pemenang,” terang Zalmi.

Berikutnya, Zalmi membagikan trik menuliskan hasil liputan.Mulai dari penulsan judul maksimal 6 kata. Judul merupakan inti dari berita hal yang paling menarik dari pernyataan nara sumber atau kegiatan yang berlangsung. Penulisannya semua kata huruf awalnya ditulis huruf besar, kecuali kata ke, di, dan dari.

Langkah berikutnya, menulis kutipan, yakni menuliskan pernyataan langsung yang disampaikan nara sumber berupa penegasan dari kalimat berita yang ditulis sebelumnya. Kutipan tidak perlu panjang, maksimal 2 kalimat saja. Menuliskan identitas nara sumber boleh diawal kalimat dan boleh di akhir kalimat.

Setelah kutipan tahap berikutnya menulis tubuh berita atau bodi berita. Yakni menuliskan semua data yang telah dihimpun saat peliputan. Informasi yang dituliskan dalam berita dibuat secara runut pergagasan. Setelah menulis 2 atau 3 paragraf, variasikan penjelasan berita dengan kutipan yang relevan dari nara sumber.

Selanjutnya, pemateri kedua Ketua Blogger Bengkulu, Milda Ini mengatakan, sepakat dengan apa yang disampaikan dengan Zalmi Herawati. Meliput dan menulis berita media cetak dengan di blog ada kesamaannya. Kegiatan yang diliput sama-sama fakta. Perbedaannya kalau berita di koran lebih ke stright news (berita keras). Sedangkan tulisan di blog penulis boleh menambahkan subjektiftasnya, semisal menceritakan apa yang dirasakan dan pengalamannya dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam menulis blog, paragraf pertama berupa pembukaan sekitar 100 kata, berisikan mengenai kegiatan yang diikuti dan langsung diikuti dengan keyword (kata kunci kegiatan). Paragraf kedua menceritakan apa yang dialami atau hal yang dirasakan pembuat blog dari kegiatan yang diliput.

Kemudian paragraf selanjutnya, menceritakan isi liputan sesuai petunjuk yang harus dimasukkan dan data yang didapatkan dari liputan.

”Perlu diingat, untuk pernyataan nara sumber atau pamateri benar kata Kak Zalmi tadi, itu tidak boleh ditambah-tambah, harus dibuat sesuai dengan pernyataanya,” tandas alumni SMAN 2 Kota Bengkulu ini.

Dalam menampilkan foto di blog, lanjut Milda, juga harus diperhatikan, upayakan foto yang diambil sendiri. Jangan karya orang lain. Kalau pun memakai foto orang lain, buatlah keterangan sumbernya dari mana.

”Jangan foto orang lain kita buat nama kita,” katanya.

Kelas blogger tersebut berjalan cukup atraktif. Peserta antusias bertanya seputar liputan dan menulis berita atau blog. Ada yang menanyakan mengenai panjang kata dijudul yang ideal dalam blog, menanyakan bolehkah memasukkan kesimpulan dalam tulisan dan lainnya.

Diakhir kegiatan, peserta BoBe foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus bersantap bersama. (166)