BNPT Lombakan Film Pendek Anti Radikal

IST/BE
BNPT menggelar diskusi sekaligus mengumumkan pemenang kompetisi film pendek anti radikalisme dan terorisme, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bengkulu mengadakan lomba video pendek tingkat SMA sederajat dengan tema anti radikalisme dan terorisme di Grage Hotel Bengkulu, Kamis (14/11). Ada sekitar 100 perserta dari berbagai SMA di Provinsi Bengkulu mengikuti perlombaan tersebut.

Pemenang tiga terbaik bakal mengikuti kompetisi film pendek tingkat nasional. Kasubdit Pengawasan BNPT, Chairil Anwar mengatakan tujuan kompetisi pembuatan film pendek untuk menciptakan persaudaraan, kemudian bagaimana peserta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan paham dan anti radikalisme dan terorisme.

“Kalau fim kan bisa disebar luaskan secara umum, bukan hanya Bengkulu, tetapi 32 FKPT melakukan kegiatan ini. Nanti tiga terbaik akan dibawa ke Jakarta,” jelas Chairil.

Ditambahkan Chairil, pihaknya tidak menampik jika penyebaran paham radikalisme cukup pesat di media sosial. Untuk itu, BNPT sengaja memilih generasi muda mencegah penyebaran paham tersebut melalui film pendek yang bertemakan menangkal radikalisme. Sehingga nantinya generasi muda tidak terpapar dengan pola yang dibuat kelompok radikalisme. “Kita bekerja sama dengan pihak yang sudah berkompeten di bidang film. Bahkan ada film pendek yang pernah menang di muat di Cinema 21,” imbuh Chairil.

Sementara itu, Ketua Bidang Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Provinsi Bengkulu, Zacky Antony SH MH mengatakan, pembuatan film pendek sudah dilakukan sejak satu bulan lalu.
Masing-masing peserta mengirimkan karya terbaik dengan durasi film 4 sampai 5 menit. “Penjuriannya dari pusat dan ada juga dari orang yang berkompeten bidang film,” jelas Zacky.

FKPT Bengkulu ingin agar generasi muda mengangkat dan mengkampanyekan nilai toleransi, nilai kesatuan dan persatuan masyarakat Indonesia. Jangan sampai dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui paham radikalisme yang disebarkan melalui medsos. “Pada intinya bagaimana membuat Indonesia ini tetap bersatu dengan ciri khas toleransi, kesatuan dan persatuan,” pungkasnya.

Dari kompetisi film pendek tersebut, juara satu diraih SMKN 3 Kota Bengkulu dengan judul film Bertetangga, juara dua juga diraih SMKN 3 Kota Bengkulu dengan judul Unity In Diversity, dan juara 3 SMAN 1 Bengkulu Selatan dengan judul Satu Dalam Kita.(167)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*