Blokir Binduriang Dibuka

CURUP, BE – Mediasi warga dengan polisi pasca bentrok berdarah Minggu malam lalu (17/6) membuahkan hasil. Ini terlihat blokir akses jalan lintas Curup-Lubuklinggau mulai dibuka. Sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, kendaraan yang selama ini terhadang sudah mulai bisa melintasi kawasan tersebut. Pembersihan blokir kawasan tersebut telah dilakukan sejak Senin malam (18/6) melibatkan anggota TNI dari Kodim 0409 Rejang Lebong dan Batalyon 144 Jaya Yudha, anggota Polri bersama masyarakat, petugas BLHKP dan pemadam kebakaran kebakaran. Beberapa material seperti pohon, kayu-kayu balok, batu, ban bakar, bahkan kendaraan jenis Foso yang melintang di tengah jalan sudah disingkirkan. Namun bangkai fuso yang dibakar warga masih melintang di pinggir jalan. Terlihat jelas, sisa-sisa pembakaran material pemblokiran di tengah jalan yang membuat jalan menghitam arang. Kondisi itu seakan menggambarkan betapa mencekamnya saat bentrokan terjadi. Pun begitu beberapa aparat TNI bersejata lengkap terlihat masih berjaga di lokasi bentrokan Desa Kepala Curup Kecamatan Binduriang. Korp berbaju loreng itu tampak membaur bersama masyarakat, di teras-teras rumah penduduk sambil ngobrol dan menikmati kopi dan makanan ringan yang disajikan masyarakat. Di bagian lain, beberapa anggota Brimob bersenjata lengkap, serta anggota Polisi dari Polres RL terlihat berjaga di Polsek Sindang Keling Desa Beringin Tiga dan Polsek Padang Ulak Tanding di Desa Tanjung Sanai tampak melakukan penjagaan di sekitar kantor. “Kendaraan sudah bisa melintas normal sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi keamanan sudah mulai kondusif,” tutur Sekretaris Kecamat Binduriang Furkan.

Senada disampaikan Edi Yusuf, salah satu tokoh masyarakat di lokasi bentrokan, yang menerangkan kondisi keamanan yang sudah mulai kondusif. Hanya saja, pihaknya sangat berharap peristiwa serupa yang memicu bentrok antara warga dan polisi tidak terulang lagi. “Bentrok terjadi karena sweeping kendaraan yang dilakukan polisi ke rumah-rumah warga, hingga memicu perlawanan warga,” akunya.

Kapolda Datangi Warga
Sementara itu, sekitar pukul 11.30 WIB kemarin Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Burhanudin Andi, bersama Dandim 0409 RL Letkol Inf Yanto Kusno Hendarto, Danyon 144 JY Letkol Inf Tri Haksoro dan beberapa perwira tinggi polri mendatangi warga. Tidak terlihat Kapolres RL AKBP I Ketut Yudha Karyana dan beberapa perwira dari Polres RL yang ikut dalam kunjungan tersebut. Kunjungan orang nomor satu di Polda Bengkulu itu diawali dengan menghadiri kegiatan khitanan cucu Kepala Desa Kepala Curup Wardani. Tampak hadir dalam acara itu Kades Kepala Curup, Kades Kampung Jeruk Zainal, dan Kades Simpang Beliti Abu, juga mantan Bupati RL Hijazi yang ikut mengawal kunjungan Kapolda. Usai makan bersama, dan berbaur bersama tokoh masyarakat Lembak, Kapolda mengunjungi rumah duka Cik Udan (alm) di Desa Kampung Jeruk. Pada kesempatan itu, Kapolda tampak menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas nama Polri, dan memberikan santunan kepada keluarga korban. Kunjungan dilanjutkan ke rumah sakit M Sobirin Lubuklinggau untuk membesuk korban luka paska bentrokan Polisi dan Warga. Pantauan wartawan, di rumah sakit tersebut tampak dirawat Sapri, warga Desa Simpang Beliti, serta Budi warga Desa Gardu Kepala Curup yang mengalami luka tembak. Sedangkan seorang korban lain atas nama Rizal, warga Kepala Curup sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif tim medis rumah sakit. “Saya sama sekali tidak menyangka, kondisi sudah sangat aman. Bahkan bisa saya bilang lebih aman dari daerah lain,” tuturnya. Untuk korban luka yang masih dirawat, Kapolda berjanji akan menanggung semua biaya perawatan hingga korban luka sembuh dari luka yang dialamia. Selain itu, tim investigasi Mabes Polri diakui sudah turun untuk melakukan penyelikan. “Berapa lama penyelidikan berlangsung, itu terserah tim imvestigasi yang melakukannya berapa lama,” terang Kapolda. Kedepan, lanjut Kapolda, pihaknya akan menggalakkan program forum kepolisian masyarakat (FKPM) dan program pencitraan kepolrian, sehingga dalam tugas-tugas menjaga stabilitas keamanan, masyarakat akan terlibat lansung membantu tugas-tugas polisi.

Kerugian Jutaan Rupiah

Belum ada angka pasti berapa besar kerugian materi akibat bentrokan tersebut. Namun diprediksi nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian ini termasuk yang dialami warga maupun kepolisian. Selain Mapolsek yang dibakar, tercatat 3 unit mobil milik polisi hangus terbakar. Selain itu, juga 6 anggota Polres RL terluka. Keenam, anggota korpsbaju coklat yang terluka,seperti Wakapolres RL, Kompol Andi Hermawan dan 5 anggotanya, Bripka Wibowo, Bripka Yopki Sahara, Brigpol Amri, Brigpol Rahayu dan Briptu Dedi. “Sudah tentu pasti ada kerugian akibat kejadian ini,” kata Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, didampingi Kabid Humas, AKBP Hery Wiyanto, kemarin. Begitu pula dengan warga yang selama 36 jam pemblokiran menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pemilik gudang sayuran Khairul (45). Warga asal Sumber Bening ini mengaku selam 2 hari terjadinya pemblokiran jalan dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah. “Gara-gara kejadian ini, jalan diblokir warga sehingga mobil pengangkut sayur kami tidak bisa lewat menuju Linggau, sehingga sayuran kami menjadi busuk,” kata Khairul. Jika biasanya Khairul mendapatkan untung sebesar Rp 1 juta dari sekali pengiriman sayur ke Jambi dan Palembang, selama 2 hari kebelakang dirinya malah mengalami kerugian.

Pimpinan DPRD Diteror

Pasca bentrok Binduriang, sekitar pukul 16.30 WIB kemarin, ruangan pertemuan pimpinan dewan diobrak abrik. Telihat sangat berantakan, dengan kondisi beberapa kursi terbalik, serta sebuah meja beralas kaca juga terbalik dengan kondisi kaca meja yang sudah pecah berantakan. Ini menjadi teror terbaru, setelah aksi pelemparan rumah dinas dan pribadi beberapa pejabat di Kabupaten Rejang Lebong (RL). Termasuk pembakaran rumah adat di halaman rumah dinas Bupati RL, perusakan fasilitas negara oleh oknum tidak bertanggung jawab dialami gedung DPRD RL.

Wartawan mencoba mengkonfirmasi beberapa staf keuangan DPRD RL yang masih berada di gedung dewaa. Di rungan yang terpisah terlihat beberapa staf keuangan yang masih beraktifitas termasuk Kabag Humas DPRD RL Jalaludin. “Saya tidak tau itu ulah siapa, kami baru tiba,” tutur Jalal yang tampak mengenakan pakaian bebas. Ketua DPRD RL Drs Darussamin ditemui di kediamannya mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Politisi partai Golkar itu langsung menghubungi Kapolres RL setelah melibat bukti kerusakan yang terjadi di ruang pertemuan pimpinan dewan, setelah melihat langsung hasil foto kamera wartawan. Menanggapi persoalan tersebut, Darussamin menerangkan, dirinya secara pribadi sudah meminta pihak Kepolisian melakukan penyelidikan terkait perusakan itu. “Kenapa harus merusak seperti preman. Saya minta kepada polisi untuk mengusut pelaku perusakan,” katanya. Ditegaskan Darussamin, pihaknya meminta mengusut pelaku kerusakan dan menindak pelaku yang merusak secara hukum. “Siapapun pelakunya harus bertanggung jawab, ini perusakan fasilitas negara. Jikapun ada masalah, kenapa tidak dibicarakan,” tegasnya. Darussamin mengaku baru beraktifitas kembali ke DPRD RL kemarin hingga pukul 11.00 WIB. Beberapa hari yang lalu ia mengaku harus absen karena ada musibah keluarganya yang meninggal dunia. “Saya ke kantor sebentar tadi, sampai pukul 11.00 WIB tidak terjadi apa-apa. Makanya saya kaget mendengr informasi dari kalian (wartawan). Saya tidak berkantor karena ada musibah,” terangnya. (999/111)