Blanko Ijazah SMA Belum Dicetak

R Wahyu DP
Foto : R Wahyu DP

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Walaupun pengumuman kelulusan SMA sederajat sudah dilakukan pada 17 April lalu, namun hingga saat ini blanko ijazah jenjang SMA belum juga disampaikan ke sekolah. Karena blanko ijazahnya belum dicetak. Hal ini bakal membuat siswa SMA terlambat menerima ijazah.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu Drs Budiman Ismaun MPd melalui Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) R Wahyu DP saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress Senin (28/5), membenarkan blanko ijazah SMA belum tiba dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kondisi ini dialami seluruh provinsi se-Indonesia. Menurutnya, Kemdikbud sedang memproses pengadaan ijazah tersebut.  “Saat ini blanko ijazah masih dalam proses lelang,” ungkap Wahyu belum lama ini.

Lambatnya pencetakan ijazah karena laporan kelulusan dari satuan pendidikan lambat diserahkan. Sementara laporan jumlah kelulusan sebagai dasar pengajuan pengiriman/pencetakan blanko ke Kemdikbud. Terlebih blanko ijazah sebagai surat berharga, pembuatanya harus khusus dilengkapi dengan tanda-tanda pengaman, hologram, sehingga tidak mudah dipalsukan.

Ditegaskan wahyu, dengan belum adanya ijazah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau sekolah dapat menerbitkan surat keterangan sementara pengganti ijazah dan surat keterangan hasil ujian nasional. Sehingga siswa dapat menggunakan surat keterangan tersebut, untuk berbagai keperluan pendaftaran sekolah dan keperluan lainnya.

Lain halnya dengan ijazah SMK, yang saat ini sudah didistribusikan ke satuan pendidikan. Sekolah sudah melakukan pengisian nilai dan nama siswa/siswinya, untuk selanjutnya dibagikan.  Kasi SMK Widrayudin saat dikonfirmasi membenarkan, blanko ijazah SMK sudah tiba sejak akhir April lalu. Ia berharap sekolah dapat berhati-hati dalam proses penulisan nilai sesuai jurusanya. Karena blanko yang dikirimkan jumlahnya terbatas. (247)