Blangko KTP-el Kosong

Ary/Bengkulu Ekspress
Petugas Dinas Dukcapil Rejang Lebong saat melakukan perekaman data KTP-el warga. Saat ini pencetakan KTP-el di Dinas Dukcapil Rejang Lebong dihentikan karena kehabisn blangko.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Proses pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong kembali terkendala. Hal tersebut setelah ketersediaan blangko untuk pencetakan KTP-el habis atau tidak ada.

“Untuk pencetakan KTP-el belum bisa kita lakukan karena blangko kita habis,” sampai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong, H. Bakrim, SH., melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Mei Susanti Harahap, SH., MM.,¬† Habisnya blangko KTP-el tersebut, menurut Susan sudah berlangsung sejak tanggal 16 Januari 2019 kemarin.

Sebelum blangko KTP-el habis, Susan mengaku sudah mengirim surat permohonan ke Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu pada 8 Januari. Dimana saat itu menurut Susan blangko yang tersisa sekitar 300 lembar. Hanya saja permohonan blangko KTP -el ke Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu tersebut tidak bisa direalisasikan. Sebab ternyata ketersediaan blangko KTP-el dinDinas Dukcapil Provinsi Bengkulu juga habis.

“Karena di Provinsi Bengkulu habis, maka kita disarankan meminta langsung ke pusat,” tambah Susan.

Karena di Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu kosong, Susan mengaku pihaknya langsung berkoordinasi dengan penanggungjawab Provinsi Bengkulu di Jakarta. Setelah dilakukan koordinasi, ternyata ketersediaan blangko di Kemendagri juga sedang kosong, atau sedang dalam proses pengadaan oleh pihak ketiga. Kemungkinan besar blangko KTP-el baru ada tanggal 22 Januari 2019.

“Usulan kita ke pusat sebanyak 8 ribu blangko, kita usahakan bisa mendapat minimal 4 ribu,” aku Susan.

Tinta Pencetakan Juga Jadi Kendala

Lebih lanjut Susan menjelaskan, keberadaan blangko tersebut sangat penting. Karena menurut Susan bila dibiarkan kosong, daftar tunggu cetak KTP-el di Kabupaten Rejang Lebong akan semakin banyak. Karena hingga kemarin daftar tunggu pencetakan KTP-el atau print ready record (PRR) mencapai 2.379 orang.

Dimana menurut Susan jumlah tersebut akan bertambah setiap hari. Selain daftar tunggu yang baru, daftar tunggu pencetakan warga yang melakukan pencetakan karena pergantian seperti rusak atau pergantian data juga akan semakin banyak.

“Selain PRR daftar tunggu yang melakukan pergantian juga akan semakin banyak. Karena selama ini yang kita layani seharinya sebagian besar adalah mereka yang minta pergantian seperti karena rusak atau pergantian data,” jelas Susan.

Tak hanya masalah blangko yang habis, Susan juga mengaku kendala lain yang mereka hadapi yaitu habisnya reborn atau tinta untuk mencetak KTP-el. Dimana dari dua mesin cetak KTP-el yang mereka miliki hanya satu yang memiliki reborn atau bisa melakukan pencetakan bila blangko ada. “Bila ada blangko dengan kondisi hanya satu mesin cetak yang bisa kita operasikan dalam seharinya kita bisa mampu mencetak 150 lembar KTP -el,” demikian Susan.(251)