BKSDA Tak Batasi Jumlah Pendaki

Para pengunjung memenuhi puncak TWA Bukit Kaba pada peringatan 17 Agustus tahn 2018 lalu. Dalam peringatan 17 Agustus tahun ini BKSDA Bengkulu tak membatasi jumlah pendaki ke puncak Bukit Kaba

CURUP, Bengkulu Ekspress – Mengingat tingginya animo para pendaki untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI di Puncak Bukit Kaba, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengaku tidak akan membatasi jumlah pendaki yang akan pelakuan pendakian dalam rangka 17 Agustus mendatang.

“Terkait dengan pendakian ke Bukit Kaba, hingga saat ini belum kita batasi jumlahnya,” sampai Kepala Resor Bukit Kaba I Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu-Lampung, Nurdin.

Menurut Nurdin, pihaknya dari BKSDA Bengkulu yang bertanggungjawab atas TWA Bukit Kaba belum melakukan pembatasan jumlah pendaki Bukit Kaba, karena memang menurut Nurdin hingga saat ini belum ada yang melakukan penelitian terhadap daya tampung atau kapasitas yang dimiliki oleh TWA Bukit Kaba sendiri, sehingga menurut Nurdin, pihaknya tidak memiliki landasan untuk membatasi para pendaki yang akan mendaki terutama saat peringatan HUT RI ke-74 pada 17 Agustus mendatang.

“kita belum bisa melakukan pembatasan jumlah pendaki, karena kita belum ada yang melakukan penelitian terkait dengan kapasitas dari TWA Bukit Kaba yang bisa kita jadikan landasan,” sampainya.

Namun menurut Nurdin, yang perlu diperhatikan saat melakukan pendakian adalah para pendaki harus terdaftar dan mendapat izin dari pos pintu masuk TWA Bukit Kaba. Para pendaki harus terdaftar, menurut Nurdin untuk memudahkan petugas dalam memantau aktifitas pendaki Bukit Kaba. Selain itu bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka petugas bisa lebih cepat melakukan koordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga meminta para pendaki yang melakukan pendakian yang tetap menjaga kelestarian TWA Bukit Kaba dengan cara tidak merusak kawasan hutan, kemudian membawa kembali sampah plastik yang mereka bawa ke puncak serta memperhatikan api yang mereka nyalakan di kawasan TWA Bukit Kaba, karena saat ini masuk musim kemarau sehingga rentan terjadinya kebakaran.

Sementara itu, terkait dengan aktifitas yang dilakukan di puncak Bukit Kaba seperti pada tahun 2018 lalu yaitu adanya pengibaran bendera raksasa di puncak Bukit Kaba, Nurdin mengaku hingga kemarin pihaknya belum mendapat pemberitahuan atau pengajuan izin untuk melakukan kegiatan seperti pengibaran bendera raksasa seperti yang dilakukan tahun lalu. “Untuk kegiatan secara besar yang melibatkan banyak orang, hingga saat ini kami belum menerima pemberitahuan atau permohonan izin, tapi tidak tahu saat mendekati nanti,” sampai Nurdin.(251)