BKSDA Pasang Perangkap Harimau di Seluma

PASANG KERANGKENG: Pemasangan kerangkeng oleh BKSDA di lokasi munculnya harimau, dengan umpan kambing, kemarin.

LUBUK SANDI, bengkuluekspress.com – Pasca dimangsanya kambing sebanyak 10 ekor oleh harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae), kemarin, (27/7) pukul 11.00 WIB, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Seluma memasang kerangkeng dengan umpan kambing di seputaran lokasi Tanjung Kuwaw, Kecamatan Lubuk Sandi.

“Hari ini kerangkeng sudah dipasang oleh BKSDA dengan harapan harimau bisa masuk perangkap yang telah diumpan kambing,” tegas Kepala Desa Tanjung Kuwaw, Heri Yulianto.

Dijelaskan, untuk umpan yang digunakan yaitu anak kambing. Selain itu BKSDA juga memasang satu kamera pengintai (trap) di kebun dekat tempat kerangkeng dipasang, yang bertujuan untuk mengindentifikasi hewan yang berada di seputaran wilayah tersebut dan diletakkan dengan jarak 100 meter dari kandang kambing milik Wazan. Sedangkan kerangkeng dipasang persis di daerah atau jalan yang diduga merupakan lintasan dari harimau tersebut. Dengan dimangsanya hewan ternak warga ini jelas membuat kekhawatiran tersendiri pada warga yang hendak berkebun. Baik itu untuk ke kebun sawit maupun karet. Mengingat harimau sudah memasuki perkebunan sawit warga lainnya.

“Siapa saja agar memberitahu masyarakat untuk tidak mendekati kerangkeng karena berbahaya, apabila pintu kerangkeng sudah tertutup masyarakat diminta untuk segera melapor kepada petugas,” tegasnya.
Ditambahkan, kerangkeng dan kamera trap akan berada di tempat tersebut maksimal sampai dengan satu bulan, dan apabila satu bulan tidak ada, maka kerangkeng dan kamera tersebut diambil oleh pihak BKSDA.

Terpisah, Kapolsek Sukaraja Iptu Saiful Ahmadi SH menyampaikan kepada Kepala Desa Tanjung Kuaw untuk mengimbau kepada masyarakatnya agar yang memiliki hewan ternak untuk memelihara di dalam kandang, mengingat saat ini sudah ada hewan ternak yang menjadi korban binatang buas harimau. Serta aktivitas warga berkebun juga untuk diwaspadai.

“Kita minta warga yang berkebun juga waspada. Jika perlu untuk sementara waktu untuk tidak berkebun hingga kondisi aman,” sampainya.

Diketahui, kambing jumlahnya 21 ekor yang merupakan ternak milik Hairil Wazan (71) warga Asal Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi. 10 ekor menjadi korban keganasan harimau. 8 ekor kambing ditemukan mati dan 2 ekor kambing lainnya telah habis di makan harimau. Sedangkan sisa 11 ekor lainnya langsung diamankan dan dibawa ke dusun. Diduga harimau tersebut lebih dari 1 ekor karena dilihat dari jejaknya yang cukup banyak. Untuk itu, masyarakat desa diminta agar waspada. (jef)