BKSDA Buru Beruang Madu

BURU : Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Bukit Kaba, Winarso SH (kiri) bersama tim memasang perangkap beruang madu, di Desa Padang Tambak, Kecamatan Karang Tinggi, kemarin (29/1).
BURU : Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Bukit Kaba, Winarso SH (kiri) bersama tim memasang perangkap beruang madu, di Desa Padang Tambak, Kecamatan Karang Tinggi, kemarin (29/1).

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Aksi beruang madu yang menyerang Angga Beni Syaputra (22), warga Desa Padang Tambak, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu tengah (Benteng) membuat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu melalui Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Bukit Kaba bertindak. Sebanyak 1 (satu) tim khusus yang beranggotakan 6 orang diterjunkan untuk memburu beruang madu yang telah menyerang warga tersebut.

“Kami sudah membawa perangkap untuk beruang. Perangkap kami pasang di sekitar hutan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan beruang,” ungkap Kepala KPHK Bukit Kaba, Winarso SH, kemarin (29/1)
Setelah tertangkap nantinya, sambung Winarso, pihaknya akan membawa beruang madu tersebut untuk dilakukan karantina sebelum akhirnya dilepas ke habitat beruang.

“Nantinya, beruang akan kita lepas di tempat yang aman dan jauh dari pemukiman. Bisa saja, beruang kita bawa ke luar Provinsi Bengkulu, seperti Provinsi Aceh yang merupakan habitat beruang,” imbuhnya.

Dijelaskan Winarso, beruang merupakan hewan yang tersebar di seluruh kabupaten se-Provinsi Bengkulu dan jarang sekali menyerang manusia. Diduga, serangan beruang di Desa Padang Tambak terjadi lantaran beruang merasa terusik.

“Biasanya, beruang tinggal di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk. Akan tetapi, aktivitas perambahan liar serta penggundulan hutan membuat habitat beruang terganggu dan berpindah. Selain itu, informasi yang kami dapat, beruang memang sedang memiliki anak kecil dan merasa terganggu saat korban sedang melakukan perburuan babi,” kata Winarso.

Dilansir Bengkulu Ekspress sebelumnya, serangan beruang terhadap pemuda Desa Padang Tambak terjadi di kawasan hutan sekitar desa, sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (27/1) sore. Akibatnya, korban mendapatkan gigitan beruang liar sebanyak 3 lubang pada bagian kaki kananya.

Meski tak menelan korban jiwa, korban yang terluka parah terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Benteng untuk mendapatkan perawatan medis.(135)